Informasi

Banyak yang Ingin Adopsi Bayi Malang yang Dibuang

initasik.com, informasi | Bayi malang yang dibuang di Jl. Lingkar Gentong, Kadipaten, Senin, 27 November 2017, mengundang iba banyak orang. Hingga hari ini sudah ada delapan orang yang siap mengadopsi bayi tersebut.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, menyebutkan, mereka yang ingin mengadopsi itu mulai dari ulama, anggota legislatif, perwira polisi, pengusaha, bahkan ada yang dari luar daerah, yaitu dari Kabupaten Subang.

“Kami masih menunggu hasil dari kepolisian. Tapi kalau ternyata polisi tidak bisa menemukan keluarga atau saudaranya, kami akan koordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk membicarakan langkah adopsi,” tuturnya usai menerima donasi dari siswa MAN 3 Tasikmalaya, Selasa, 28 November 2017.

Untuk sementara, bayi berjenis kelamin laki-laki itu masih dititipkan di Puskesmas Ciawi. Terkait siapa nanti yang berhak menjadi orangtua angkat, ia menjelaskan, prosedurnya sudah diatur regulasi. “Yang jelas, mereka (calon orangtua angkat) harus mampu dan siap untuk merawat, membesarkan, dan memenuhi hak-hak anak,” tandas Ato.

Sebelumnya, para siswa MAN 3 Tasikmalaya, Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, berinisiatif mengumpulkan uang infak untuk bayi malang tersebut. Dalam waktu sekitar satu setengah jam, mereka berhasil mengumpulkan donasi sebanyak Rp 1.367.500.

Baca juga: Bayi Laki-laki Usia Lima Hari Dibuang di Warung

“Setelah mengetahui ada bayi yang dibuang, kami terpanggil untuk melakukan aksi kemanusiaan. Bayi itu harus diselamatkan. Kebutuhannya mesti dicukupi,” ujar Ketua OSIS MAN 3 Tasikmalaya, Ujang Hasanudin.

Ato Rinanto mengapresiasi langkah para siswa itu. “Di luar dugaan, ternyata anak-anak MAN 3 Tasikmalaya mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Semoga ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi siswa yang lain,” harapnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?