Prof. Yus Darusman | Jay/initasik.com
Edukasi

Banyaknya Permasalahan Sosial Disebabkan Lemahnya Pendidikan Informal

initasik.com, edukasi | Pemerintah dinilai belum maksimal menggarap pendidikan informal. Tidak seperti pada pendidikan formal dan nonformal, yang informal cenderung diabaikan. Alhasil, persoalan-persoalan sosial terus bermunculan dengan beragam tipikal.

Belum lama ini, warga Kota Tasikmalaya dikagetkan dengan pembunuhan anak usia sekolah dasar yang dilakukan oleh anak-anak juga. “Itu contoh dari ekstrim kiri,” sebut Rektor Universitas Perjuangan Prof. Yus Darusman.

Ia menjelaskan, mereka yang berada di garis ekstrim kiri adalah orang-orang yang pendidikannya rendah, kemampuan ekonominya juga lemah. Alih-alih memerhatikan hak anak, memikirkan kebutuhan sehari-hari juga sudah kelimpungan.

Ada juga golongan ekstrim kanan. “Ayahnya kerja, ibunya juga kerja. Anak terlalu dimanja. Minta apa saja diberi, karena merasa punya banyak uang. Mereka asyik dengan dunia kerjanya, sehingga tahu-tahu anak terjerumus pada pergaulan yang salah. Kecanduan narkoba, misalnya,” tutur Prof. Yus.

Begitu juga dengan kelompok ekstrim kiri. Keluarga-keluarga yang pendidikannya rendah dan lemah secara ekonomi, cenderung menelantarkan anak. Mau tidur di mana saja tak jadi soal. Tidak pulang ke rumah pun biasa saja.

“Kasus pembunuhan yang terjadi di Purbaratu itu karena rendahnya pendidikan dan lemahnya ekonomi. Ini ujung-ujungnya pada pendidikan informal. Sejauhmana orangtua mendidik dan membimbing anaknya? Yang saya dengar, ibunya salah seorang korban sedang berada di luar negeri jadi TKW,” paparnya.

Pria yang juga merupakan Guru Besar Universitas Siliwangi itu menyebutkan, sistem pendidikan saat ini belum berpihak pada pendidikan informal. Tidak ada lembaga yang menggarap itu. Kalau pendidikan formal dan nonformal ada lembaga yang mengurusnya. Hirarki kelembagaannya jelas.

“Pendidikan informal tidak jelas. Tidak ada lembaga yang menggarap itu. Harusnya ada lembaga yang mengurusnya. Di Dinas Pendidikan tidak ada bidang yang tupoksinya fokus pada pendidikan informal,” sebutnya. [Jay]

Komentari

komentar