Peristiwa

Baperjakat Rapat Maraton Dua Malam

Kota Tasik | Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, membantah tidak melibatkan Dede Sudrajat, wakilnya, dalam proses rotasi-mutasi di pemkot. Menurutnya, ia beserta Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) sudah merangkul Dede sebelum surat keputusan ditandatangani.

“Kita sudah komunikasi dengan beliau, sebelum saya tandatangani (surat keputusan),” ujarnya kepada wartawan usai membuka Musrenbang sektoral lingkup KUMKM Perindag, di gedung UPTD Pertambangan kompleks perkantoran Kota Tasikmalaya, Selasa, 27 Januari 2015.

Namun, pernyataan Budi berbeda dengan pengakuan Ketua Baperjakat yang juga Sekda Kota Tasikmalaya, H.I.S. Hidayat. “Mohon maaf. Mungkin ada komunikasi yang agak tersumbat antara kita dan pimpinan, khususnya Pak wakil. Barusan sudah disampaikan, karena waktu pelantikan beliau sedang di luar kota,” tuturnya.

Menurutnya, semula yang akan dirotasi-mutasi itu hanya eselon II. Itu terkait dengan habisnya masa tugas seorang kepala dinas berstatus Plh. Namun, katanya, wali kota meminta untuk sekaligus dengan eselon II dan IV. “Akhirnya kami dua malam mengadakan rapat baperjakat secara maraton. Tapi, Baperjakat melihat dari sisi normatif, tidak ada niatan pribadi atau subjektif kepada seseorang,” tandasnya.

Ia menambahkan, pelibatan Dede dalam pembahasan rotasi-mutasi hanya terkait eselon II. Sedangkan eselon III dan IV tidak diikutsertakan, karena waktunya terbatas. “Waktunya mepet, dan ada hal-hal yang memang perlu dipertimbangkan yang kaitannya dengan masa tugas (Plh Kadis Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan). Jadi tidak bisa diundur sampai kepulangan beliau,” papar.

Tadi pagi, sekda dan Kepala BKD Kuswa Wardana mengaku sudah menerangkan hal itu kepada Dede. Hampir dua jam mereka berada di ruangan wakil wali kota. Lima kali rotasi-mutasi selama dua tahun lebih kepemimpinan Budi, acap berujung polemik. Pada rotasi-mutasi 13 Oktober 2014, Dede mengaku kecewa, karena Budi melanggar komitmen. initasik.com|ashani

Komentari

komentar