Peristiwa

Baru Datang, GAZA Langsung Bakar Ban

Kota Tasik | Asap hitam mengepul di depan pintu masuk DPRD Kota Tasikmalaya, Senin, 15 Desember 2014. Sebuah ban bekas dibakar massa dari Gabungan Anak Jalanan (GAZA) Indonesia Kota Tasikmalaya.

Setibanya di halaman gedung dewan, massa meraung-raungkan motornya yang berknalpot bising. Musik dari mobil bak pun tak kalah keras. Padahal, di ruang paripurna sedang dilangsungkan kuliah umum persiapan penerapan akuntansi berbasis akrual.

Tak berselang lama, mereka langsung membakar ban bekas. Aparat kecolongan. Polisi terlambat datang. Satpam dan Satpol PP hanya menonton. Mereka tak berani memadamkan api. “Kedatangan kami ke sini sebagai wujud refleksi tentang kondisi Kota Tasikmalaya hari ini,” ujar Sekjen DPP GAZA Iim Imanullah.

Ia menilai, wali kota bertindak seperti predator yang mengejar setoran layaknya sopir angkot. Terminal Indihiang dibiarkan sepi, sementara pool-pool bus semakin ramai. Penertiban minimarket tak berizin pun dilakukan tebang pilih.

“Kami ingin mengklarifikasi terkait banyaknya laporan tentang kelakuan wali kota yang go**og. Kami ingin minta kejelasan tentang masalah terminal bayangan, minimarket, dan banyak yang lainnya. Perlu disampaikan juga, kenapa aksi kami berani seperti ini, karena ini adalah puncak kekesalan kami kepada wali kota. Kunaon GAZA wani, kulantaran teu kadagingan ku APBD,” tutur Iim.

Sekda Kota Tasikmalaya, HIS Hidayat, yang sedang menghadiri kuliah umum, menjawab, penertiban puluhan minimarket bukan karena alasan subjektif, tapi murni penegakkan aturan. “Bukan berarti tidak memberikan kesempatan berusaha, tapi mari sama-sama untuk menaati hukum. Tidak ada niatan untuk merugikan pengusaha atau menghentikan para pekerja,” tandasnya.

Soal terminal, sekda menyampaikan, saat ini pemkot sedang berupaya mengoptimalkannya. “Baiknya nanti kita bertemu lagi. Kita berdiskusi dengan dinas terkait. Sampaikan keluhan-keluhan semuanya,” sarannya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar