Peristiwa

Baru Piknik ke Galunggung, Warga Jakarta Dibuat Jengkel dengan Banyaknya Pungutan

initasik.com, peristiwa | Adang Setiawan, warga Jakarta, mengaku baru pertama kali piknik ke Cipanas Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya. Namun, pengalaman pertamanya itu memberikan kesan menjengkelkan.

Alih-alih senang, ia malah kesal dengan banyaknya pungutan. Di gerbang utama, ia diminta tarif Rp 6.500 per orang, plus biaya mobil Rp 2.000. Pungutannya tidak berhenti di sana. Saat masuk kolam, ditarif lagi Rp 10.000 per orang.

“Saya kira bayarnya cuma di depan saja, tapi kenyataannya di dalam harus bayar lagi. Masuk kolam bayar Rp 10 ribu, dikalikan delapan orang sudah Rp 80 ribu, belum termasuk anak-anak,” sesalnya kepada initasik.com, saat diwawancara di lokasi wisata Galunggung, Senin, 25 Desember 2017.

Kejengkelan serupa dialami Tita Fatamorgana Rahayu, wisatawan asal Bandung. “Tadi pertama masuk saya dua mobil diminta Rp 100 ribu. Setelah itu ditagih lagi Rp 10 ribu. Katanya buat parkir,” ujarnya.

Saat akan mengunjungi kawah, dirinya kembali ditagih Rp 10.000. Alasannya sama. Buat parkir. Tak berhenti di sana, saat masuk ke kolam pemandian yang berada di ataspun harus bayar lagi. Dewasa Rp 10.000, anak-anak Rp 5.000. “Totalnya lebih dari Rp 130 ribu. Itu baru biaya masuk. Belum termasuk biaya ke kolam,” sebut Tita.

Dikonfirmasi, Usep Ihrom, pengelola karcis objek wisata Cipanas Galunggung, menyebutkan, pembayaran tiket masuk di gerbang utama itu diretribusikan untuk dua instansi, yaitu Dinas Pariwisata dan Perhutani. “Rp 3.000 untuk (Dinas) Pariwisata, Rp 3.000 lagi untuk Perhutani. Sedangkan Rp 500-nya buat asuransi kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, Dinas Parawisata hanya memungut tiket di pintu masuk utama, sementara yang lainnya merupakan kebijakan yang dibuat Perhutani. Saat akan dikonfirmasi, pihak Perhutani tidak ada yang bisa diwawancara. [Dan]