Informasi

Beda PT Pos Indonesia dengan Jasa Pengiriman Swasta di Waktu Lebaran

initasik.com, informasi | Tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran, kendaraan-kendaraan besar, terutama angkutan barang, biasanya dilarang memasuki jalur-jalur utama arus mudik-balik. Angkutan barang apapun tidak boleh masuk, termasuk yang mengangkut paket-paket kiriman.

Tapi itu tidak berlaku bagi PT Pos. “Kami membawa misi negara. Menjangkau ke seluruh pelosok terkecil. Semua dokumen harus terkirim. Jadi, kalau yang lain tidak boleh masuk, kita boleh. Itu tadi, bawa misi negara,” terang Cecep Priadi Usman, bagian pemasaran PT Pos Indonesia Tasikmalaya.

Menurutnya, saat H-7 dan H+7 Idul Fitri angkutan lain dilarang masuk, termasuk yang bawa paket kiriman, PT Pos Indonesia beda. Kendati begitu, ia mengimbau, bagi masyarakat yang akan mengirimkan paket kiriman, baiknya dilakukan sekarang. Jangan mepet ke waktu lebaran.

“Meskipun kita punya akses jalan, tapi tetap saja jalur darat pasti terkena macet. Arus lalu lintas tersendat. Makanya kalau mau mengirimkan paket, sebaiknya sedari sekarang agar segera sampai tujuan,” tandasnya.

Bukan hanya itunya yang beda, hari kerja PT Pos Indonesia juga lain dari yang lain. Bila jasa pengiriman swasta sudah libur sebelum lebaran, dan masih libur setelahnya, PT Pos tidak begitu. Mereka tetap buka. Liburnya hanya tanggal merah.

“Kita ada dinas terbatas. Sehari sebelum dan sesudah lebaran pun kita buka pelayanan. Tapi waktunya terbatas. Dari pukul delapan pagi sampai dua siang. Yang buka itu Kantor Pos Tasik, Kantor Cabang Pembantu Singaparna, dan ada mobil bergerak,” sebut Cecep seraya menambahkan, jelang lebaran, pengiriman barang di kantor pos biasanya meningkat hingga 30 persen. [Jay]