Masjid Nurul Ikhlas | Jay/initasik.com
Informasi

Begini Cerita Penemuan Dua Anak yang Ditinggalkan di Masjid


initasik.com, informasi | Sabtu, 14 Oktober 2017, dini hari. Sekitar pukul tiga. Seperti biasa, Ma Mimi, warga Desa Tanjungkerta, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya pergi ke Masjid Nurul Ikhlas.

Saat masuk masjid, ia melihat dua orang anak kecil tengah tertidur. Anak lelaki memeluk yang perempuan. Khawatir kedinginan, Ma Mimi menyelimutinya dengan mukena. Ia mengira, orangtua mereka sedang keluar sebentar.

“Setelah ditunggu sampai agak siang, ternyata tidak ada yang datang ke masjid untuk menjemput mereka. Lalu laporan ke RT. Ternyata mereka ditinggalkan oleh orang yang membawanya,” ujar Ipong Siti Fitroh, istri Dirman Sudirman, keluarga yang saat ini merawat Dimas Raditya Gumilang dan Puspa Laksmi Dewi, nama kedua anak tersebut. Usianya enam tahun dan empat tahun.

Ditemui di rumahnya, Ahad, 15 Oktober 2017, Ipong menceritakan, bersama mereka, ada pula kantong gendong berisi pakaian dan amplop. Di dalamnya ada uang Rp 50 ribu sebanyak tiga lembar dan selembar surat.

Sebagian isi suratnya, “Mohon titip kedua anak saya ini untuk dipertemukan dengan ulama/kepala pondok pesantren di sini. Tolong ajarkan dia dengan kebaikan dunia dan akhirat. Insya Allah dengan kemurahan hati bapak dan ibu akan mendapatkan balasan yang setimpal. Dalam surat ini ada sedikit bekal uang untuk kedua anak saya ini, semoga dapat membantu hingga menemukan ulama/kepala pondok pesantren setempat.”

Sampai belum ada orangtua kandungnya, untuk sementara mereka tinggal di rumah Ipong. Saat initasik.com bertandang ke rumahnya, Dimas dan Puspa sedang makan siang. Dimas makan sendiri, Puspa disuapi. “Sukanya makan dengan telur goreng,” sebut Ipong.

Ia mengaku siap merawat mereka, jika nanti tidak ada orangtua kandung yang menjemputnya. Saat ini, katanya, sudah ada beberapa orang yang minta mereka untuk dijadikan anak angkat, namun ia tidak memberikannya.

Baca juga: Dua Anak Dibuang Orangtuanya di Salah Satu Masjid Pagerageung Kabupaten Tasik

“Mudah-mudahan mereka bisa bertemu dengan orangtua sebenarnya. Kasihan. Mereka masih kecil, memerlukan kasih sayang ayah ibunya. Kalau belum bertemu dengan orangtua aslinya, siapapun yang meminta, tidak akan kami berikan. Akan kami pertahankan. Kalau tidak ada orangtua aslinya, insya Allah kami siap merawatnya. Meskipun kami bukan orang yang kaya raya, insya Allah mampu,” tutur Ipong. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?