Kepala Desa Ancol, Agus Rahmat Kus | initasik.com
Sorot

Bendungan Leuwikeris; Hormati Kearifan Lokal, Serap Ratusan Pekerja Setempat

initasik.com, sorot | Ada yang berbeda dalam pengerjaan proyek besar, seperti pembuatan bendungan Leuwikeris yang sebagiannya masuk wilayah Kampung Panaekan, Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Project Manager PT HK, Hadi Saputro, menyebutkan, pihaknya sangat menghormati kearifan lokal. Setiap waktu salat, misalnya, semua berhenti bekerja. Mobil-mobil dan alat berat lainnya dimatikan. Jumat, seluruh pekerja libur.

“Itu tidak seperti yang biasa kami lakukan. Biasanya libur itu Sabtu atau Minggu. Di sini Jumat. Itu memang kearifan lokal yang memang harus dijaga. Kami laksanakan itu karena tidak mengganggu proses pekerjaan,” tuturnya.

Menurutnya, sebelum melaksanakan pengerjaan, masyarakat sekitar diajak doa bersama untuk kelancaran seluruh proses pengerjaan proyek nasional tersebut. Semua masyarakat memberikan dukungannya.

Bahkan, tidak sedikit di antara mereka yang turut bekerja di sana. Tidak kurang dari 120 orang warga sekitar dipekerjakan di semua lini pengerjaan, termasuk perusahaan lokal yang bergerak di usaha yang sejalan dengan proyek tersebut.

Baca: Bendungan Leuwikeris dan Proses Pembebasan Lahannya

Proyek raksasa itu telah menjadi magnet dengan daya tarik kuat. Meski masih dalam tahap pembangunan, banyak masyarakat yang berkunjung ke sana sekadar untuk melihat-lihat. Biasanya mereka datang sore hari.

Hadi mengaku tidak bisa melarang warga untuk bertandang ke pembuatan bendungan. “Asal tidak mengganggu dan membahayakan dirinya saja, kami persilakan. Bahkan kami siapkan pekerja yang khusus membimbing warga yang datang, itu semua demi keselamatan mereka juga,” tandasnya.

Gelontorkan Rp 600 juta lebih

Pemerintahan Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, merespons positif pembangunan Bendungan Leuwikeris. Di sana ada peluang pendapatan yang tidak kecil. Bisa memberdayakan masyarakat. Menggerakkan roda perekonomian.

Kepala Desa Ancol, Agus Rahmat, menyebutkan, pihaknya akan mengeluarkan anggaran Rp 614,4 juta untuk membangun pasar desa dan tempat peristirahatan. Tempatnya berdampingan dengan perkantoran Bendungan Leuwikeris di Kampung Panaekan.

Bukan hanya itu, ia pun sudah melirik potensi wisata di sana. Agar pengelolaannya maksimal, Agus berencana membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan begitu, pendapatan Desa Ancol diharapkan lebih gemuk dan menyejahterakan masyarakat. Untuk merealisasikan rencana tersebut, lahan seluas 3.000 meter persegi sudah disiapkan. Sebagian lahan milik warga yang sudah dibebaskan.

Baca: Bendungan Leuwikeris; Tersandung Pembebasan Lahan Lantaran Ganti Rugi Lebih Murah

Ia meyakini, pembangunan Bendungan Leuwikeris itu bakal membawa banyak dampak positif. Salah satunya soal kekeringan. Di musim kemarau, daerahnya dipastikan kesulitan air bersih. Tapi, dengan sejajarnya permukaan air dengan daerah tersebut, dipastikan bakal berdampak pada ketersediaan air tanah. Warga tidak harus lagi menggali sumur hingga puluhan meter. [Kus]

Komentari

komentar