Kus | initasik.com
Sorot

Bendungan Leuwikeris; Membendung Kesia-siaan Menahun

initasik.com, sorot | Sejatinya, keberadaan sungai Citanduy memberi manfaat luar biasa bagi warga sekitar. Faktanya tidak demikian. Sebanyak 2,85 miliar m3 air terbuang sia-sia ke laut lepas. Padahal, jika itu dimaksimalkan, akan banyak efek domino yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Berdasarkan perhitungan, daerah aliran sungai Citanduy yang hulunya berada di kawasan Sukahenig dan Gunung Cakrabuana, Kabupaten Tasikmalaya, itu mempunyai potensi limpahan air sebanyak 170 meter kubik per detik.

Itu berarti 5,30 miliar m3 per tahun. Tapi, yang sudah dimanfaatkan untuk kepentingan pengairan lahan sawah dan air baku bagi PDAM Kabupaten Ciamis hanya sekitar 2,45 miliar m3 per tahun. Lebih dari setengahnya terbuang sia-sia. Tak termanfaatkan.

Untuk membendung kesia-siaan itu, Kementerian PU berencana membuat bendungan. Pemerintah sadar, di sana ada potensi yang sangat besar dan bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat. Maka ditetapkanlah membuat Bendungan Leuwikeris.

Baca: Bendungan Leuwikeris; Hormati Kearifan Lokal, Serap Ratusan Pekerja Setempat

Posisinya, sebelah kiri aliran sungai terletak di Kampung Cibatok, Desa Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten  Ciamis. Sebelah kanan sungai terletak di Kampung Panaekan, Desa Ancol, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan kontrak, pembangunan bendungan itu dimulai 23 November 2016. Ada tiga kontraktor yang terlibat di dalamnya. Satu, PT PP yang bertugas membangun kontruksi bendungan. Dua PT Wika – Adi yang bertugas membuat Spillway. Tiga, PT HK yang membuat jalan akses serta terowongan. Diperkirakan, pembuatan bendungan itu menghabiskan dana sampai Rp 6 triliun.

Baca: Bendungan Leuwikeris dan Proses Pembebasan Lahannya

Pelaksana Teknis 3 Pembangunan Bendungan Leuwikeris, Aditya Heri Sulistyono, mengatakan, saat ini progresnya baru sekitar sepuluh persen. Baru pembukaan jalan dan pembuatan terowongan.

Terowongan itu dibuat untuk mengalihkan aliran sungai sementara, sehingga pembangunan konstruksi bisa dilakukan di dasar sungai. Panjang terowongan itu sekitar 12 kilometer. Bila pembuatan terowongan itu sudah rampung, langkah selanjutnya meledakkan bebatuan untuk bahan konstruksi.

PT HK yang mengerjakan pembukaan jalan dan terowongan ditargetkan bisa menuntaskan tugasnya pada 2018 mendatang. “Kendalanya hujan, Pak. Tanah jadi liat. Tidak gembur, sehingga sulit melakukan penggalian dan perataan. Namun sesuai target dipastikan semuanya bisa selesai tepat waktu, karena proses pengerjaan terus berjalan sebagaimana mestinya,” kata Aditya.

Baca: Bendungan Leuwikeris; Tersandung Pembebasan Lahan Lantaran Ganti Rugi Lebih Murah

PPK Bendungan Leuwikeris, Budi Prasetyo, menambahkan, wilayah Tasikmalaya akan lebih diuntungkan dengan keberadaan bendungan tersebut. Pasalnya, untuk Gardu Pandang, kawasan wisata air, perkantoran dan lainnya didirikan di wilayah Tasikmalaya, bukan di Ciamis.

Ia menyebutkan, kelak bendungan itu bakal mampu mengairi 6.600 hektar lahan sawah, menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 2×10 MW, serta pemanfaatan air baku untuk PDAM di Tasikmalaya dan Ciamis yang mencapai 800 liter per detik.

Di sana juga dibangun kawasan reduksi banjir sebesar 25 persen, sehingga kondisi air tanah warga di wilayah tersebut akan menjadi naik dan dipastikan bencana kekeringan tidak akan terjadi kembali. [Kus]

Komentari

komentar