Peristiwa

Berantas Miras; Sanksi Jangan Memble

Kota Tasik | Perda tentang minuman beralkohol sudah ada, dan polisi pun masih gencar menggelar razia, tapi kenapa minuman keras masih mudah didapat? Kenapa juga para penyuka minuman memabukkan itu seperti tak pernah takut dengan ancaman yang ada dalam perda tersebut?

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, mengatakan, perda dan aturan lainnya bisa dijadikan pijakan bagi penegak hukum dalam menekan minuman keras atau yang mengandung alkohol.

“Tapi apalah artinya perda kalau tidak implementatif dan eksekutor di lapangannya memble. Jadi harus melibatkan semua pihak untuk mengawasi,” ujarnya kepada initasik.com, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keseriusan dan intensitas razia akan meminimalisir peredaran miras, meski tidak ada jaminan akan bebas seratus persen. “Selama kita masih ada di dunia, kemunkaran tidak akan hilang. Maka kita diperintah untuk melakukan pencegahan sesuai dengan kapasitas kita,” tandasnya.

Terpisah, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Asep Saepudin menyatakan, masih maraknya peredaran miras di kota ini lantaran konsumennya banyak. Permintaan tinggi, maka hukum pasar berlaku.

Dari beberapa kasus yang ia analisa, di antaranya karena didorong oleh ingin pengakuan. Anak-anak putus sekolah, atau mereka yang masih sekolah tapi kurang diperhatikan guru, mencari perhatian lewat jalan pintas, seperti gabung dengan geng motor lalu berbuat onar. “Mereka mencari pengakuan di luar,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Cikalanggirang, Tawang, yang enggan ditulis namanya mengaku pesimistis jika peredaran minuman keras bisa ditekan. Menurutnya, saat di BKR masih ada penjual miras yang pura-pura dagang jamu, ketika miras milik mereka dirazia, maka itu akan diganti lagi oleh bandar miras.

“Makanya mereka tak pernah kapok. Dirazia sepuluh botol, ya diganti sepuluh botol,” sebutnya seraya menambahkan, kendati kios-kios jamu di BKR sudah diratakan, sampai saat ini penjualan miras di sekitar daerah itu masih berlangsung. initasik.com|shan

Komentari

komentar