Etalase

Berapa Omzet Rental Otoped?

Kota Tasik | Coba tebak, kira-kira berapa omzet dari menyewakan otoped dalam sebulan? Kendati terkesan biasa-biasa saja, ternyata pendapatannya luar biasa. Padahal, kerjanya cuma duduk santai. Pegawai negeri pun kalah.

Bang Jack (47), pria yang biasa menyewakan otoped di Alun-alun Kota Tasikmalaya, buka-bukaan soal usaha yang digelutinya sejak 2011 itu. Ia mengaku tak salah memutuskan keluar kerja untuk merintis usahanya itu.

Dulu, kata pemilik nama asli Jimmy Husen itu, saat kerja di pertambangan, ia melihat peluang usaha yang bisa dikembangkan. Prospeknya bagus. “Saya memberanikan diri menjual dua unit sepeda motor untuk beli otoped. Waktu itu saya dapat 15 unit otoped,” ujarnya.

Lapang basket Dadaha menjadi tempat pertamanya menyewakan otoped. Sebagai pioner dalam usaha itu, ia mengaku tak gentar. “Jiwa saya ini pebisnis. Saya harus cepat menangkap peluang. Berani saja. Nekat,” tandasnya.

Pilihannya tak salah. Usahanya direspons masyarakat. Harga sewa Rp 10 ribu per setengah jam disambut warga. Itu kalau sedang ramai yang menyewa. Jika sepi, sewa Rp 10 ribu itu bisa sepuasnya.

Tak heran, dalam kurun dua tahun lebih, otopednya bertambah. Asalnya 15, jadi 128 unit. Bukan hanya di Tasikmalaya, tapi juga ada yang di Palembang, Jambi, dan Jember. Semuanya di alun-alun. Yang pegang sodara-sodaranya. Mereka nyewa otoped milik Bang Jack dengan harga Rp 10 ribu per satu unit.

“Sekarang begini saja. Hitung 100 unit saja, lalu kali Rp 10.000. Berarti sehari Rp 1 juta. Kalau sebulan berapa? Kalau bulan Ramadhan seperti ini, sehari saya bisa dapat Rp 700 ribu. Itu kalau cuacanya bagus, seperti sekarang yang tidak hujan,” akunya saat ditanya omzet dari usaha super santainya itu, Jumat (17/8). initasik.com|ashani

Komentari

komentar