Peristiwa

Beratnya Sumpah Jabatan

Kota | Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengambil sumpah dan melantik 146 pejabat struktural eselon II, III, dan IV, di aula bale kota, Kamis, 22 Januari 2015. “Sebelum saya mengambil sumpah, saya ingin bertanya, apakah saudara bersedia disumpah?” tanya Budi sembari memegang map bersampul batik.

Pertanyaan itu dijawab serentak, “Bersedia.” Budi lantas membacakan sumpah jabatan, dan diikuti pegawai yang dilantik. Namun, berdasarkan pantauan initasik.com, tidak semua pegawai mengucapkan sumpah tersebut. Mereka diam. Mulutnya bungkam. Membisu.

Dimintai komentarnya terkait hal itu, Budi berdalih, semua mengucapkan sumpah. Kalau ada yang tidak mengikuti, katanya, mungkin dalam hati. “Sebenarnya pembacaan sumpah itu sudah terwakili oleh yang lain,” jawabnya, usai pelantikan.

Menurutnya, pemindahan dan pengangkatan pejabat struktural itu merupakan upaya membentuk teamwork yang solid dalam mencapai targer kinerja. “Setelah tiga bulan ini kelihatannya tidak terlalu ada percepatan. Kita lalu evaluasi dan dorong dengan rotasi-mutasi ini. Pertimbangannya kinerja. Bukan masalah like or dislike,” tandas Budi.

Berikut kutipan sumpah jabatan tersebut;

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung maupun tidak langsung, dengan lupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi akan memberi sesuatu kepada siapapun juga…. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa ia mempunyai perihal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya…” initasik.com|ashani

Komentari

komentar