Imas Kartika paling kiri | Ist
Sosok

Berawal dari Atletik, Imas Kartika Dapat Medali dalam Kejuaraan Angkat Berat Tingkat Dunia


initasik.com, sosok | Jalan panjang telah dilalui Imas Kartika, warga Jl. KH Ma’mun Sodik, Panglayungan, Cipedes, Kota Tasikmalaya, untuk meraih prestasi tingkat dunia dalam olahraga angkat berat.

Kepada initasik.com, ia bercerita, sejak SD sampai kelas 2 SMA dirinya aktif di olahraga atletik. Namun, ketika ada babak kualifikasi Porda 2014, ia ditawari pelatihnya untuk masuk angkat berat.

“Tadinya saya ragu, karena olahraga angkat berat biasanya dilakukan oleh laki-laki. Tetapi setelah saya pikir lagi, dari peluang medali atau prestasi antara atletik dan angkat berat, di angkat berat peluangnya lebih terlihat. Dulu belum terlalu banyak peminatnya, sehingga membuat saya terdorong untuk terjun dan latihan di angkat berat,” tuturnya, Rabu, 22 November 2017.

Nama Imas Kartika menjadi pemberitaan media massa setelah mendapat medali emas dalam kejuaraan angkat besi tingkat Asia, di Soreang, Kabupaten Bandung, awal Mei 2017. Berkat prestasinya tersebut, mahasiswa Pendidikan Jasmani Unsil itu berhak ikut kejuaraan tingkat dunia.

Putri pertama dari pasangan Mamat Rahmat dan Titi Aisah itu bertanding di Republik Ceko. Imas Kartika tampil dalam World Open Powerlifting Championship 2017, 12 November s.d. 18 November 2017.

Ia berhasil berdiri di posisi kedua, mendapat medali perak dalam kelas 52 kg. Jika tidak ada aral melintang, Mei 2018 ia akan bertanding di India dalam satu kejuaraan, dan akhir 2018 bakal berlaga di Porda Jabar.

“Saya sangat berterima kasih kepada orangtua, karena berkat didikannya saya bisa menjadi seperti sekarang ini. Kepada pelatih saya juga sangat berterima kasih dan bersyukur bisa bertemu dan diberi bimbingan, sehingga bisa merasakan kejuaraan-kejuaraan yang belum pernah dibayangkan bisa saya ikuti,” paparnya. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?