Seni Budaya

Berawal Dari Teater, Aditya Nugraha Sudah Membuat Belasan Film

initasik.com, seni budaya | Geliat pemuda Tasik dalam menciptakan karya seni berupa film ditunjukkan salah satunya oleh Aditya Nugraha. Sinemator independen yang karya-karyanya bisa ditonton di Youtube ini menikmati pembuatan film sejak masih tercatat sebagai siswa kelas 1 SMK. “Kebetulan jurusan multimedia,” kata pria kelahiran Tasikmalaya, 17 November 1995.

Belasan film telah dibuatnya bersama rekan-rekan. Dari kelompok pertama Galeri Pictures, ada 12 film. Sedangkan dari Tangga Film, dia sudah membuat 7 film. Salah satunya adalah Rotasi Rasa yang baru merilis trailer beberapa hari lalu.

 

Mulanya Aditya mengawali ketertarikan terhadap dunia seni lewat teater. Terinspirasi oleh sutradara David Yates dan Hanung Bramantyo, serta youtuber Chandra Liow, dia tergerak untuk mengasah kreatifitasnya dalam sebuah film. “Awalnya sebenarnya masih nyambung dari teater. Cuma yang membedakan yaitu kalau di film hanya medianya saja. Film itu kesannya keren, bawa kamera, syuting, dan lain-lain,” kata Aditya yang kini masih berstatus sebagai mahasiswa di ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung.

Dengan loyalitasnya dalam membuat film, beberapa prestasi di bidang tersebut pernah dia raih. Diantaranya adalah film dokumenter terbaik pada Festifal Film Tasik (FFT) 3, video diary terpilih Kampung Halaman Yogyakarta, film terbaik kedua di Tasik Short Film Festival (TSFF), dan masuk sebagai nominasi-nominasi festival film lainnya.

Bercita-cita sebagai seniman yang diakui kualitas karya dan kualitas intelektualnya, Aditya ingin membuktikan bahwa menjadi seniman itu adalah hal positif. “Seniman tidak senegatif yang ada di pikiran beberapa orang,” tegasnya.

Oleh karena itu, Aditya mengajak siapapun yang memiliki passion di bidang film agar terus konsisten berkarya. Dia berharap akan ada lebih banyak lagi penggiat film indie di Tasik. “Semoga pemerintah juga mendukung. Seperti pemerintah Bandung yang menyediakan Taman Film sebagai bentuk apresiasi pemerintah pada insan perfilman indie, juga festival-festival dengan hadiah menarik agar lebih memotivasi para pembuat film dalam berkarya,” harapnya.[kl]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Komentari

Komentari