Seni Budaya

Bercengkrama Mesra dengan Gerimis di Nyawang Bulan

initasik.com, seni budaya | Butiran-butiran air yang bergumul dalam awan di langit Situsari, Bungursari, Kota Tasikmalaya, tak kuasa menahan kerinduannya pada bumi. Lama ditahan, akhirnya tumpah juga. Hujan membasahi kawasan Gunung Hampelas, tempat digelar Nyawang Bulan yang digagas Bale Budaya Mahardika, beberapa waktu lalu.

Namun, hujan itu tak membuat penonton beranjak kaki dan meninggalkan arena pertunjukan. Sebagian dari mereka mencari tempat berteduh. Tidak pulang. Mereka masih menikmati pertunjukan di tengah cuaca dingin yang dihangatkan oleh beragam ekspresi seni.

“Nyawang Bulan ini pengingat adanya bulan Hijriyah. Juga mengandung arti melihat bulan. Melihat keagungan Tuhan. Pengingat diri. Semoga ini menjadi tarekat. Juga tempat berekspresi dan berkreasi,” papar Nko Kusnadi (Anak Rakyat Jelata), pengasuh Bale Budaya Mahardika.

Menuurtnya, Nyawang Bulan diselenggarakan bertepatan dengan hadirnya bulan purnama. Tepatnya tanggal 14 bulan Hijriyah. Kali ini, acara dikemas dengan tema “Haleuang Gunung Hampelas”. Saling mendengarkan.

“Rehat sejenak untuk merenung. Menatap masa depan, memikirkan langkah kita ke depannya secara pribadi maupun negara. Apakah kita begini saja, atau akan meningkat?” tanyanya.

Ia menjelaskan, Bale Budaya Mahardika merupakan wadah bagi siapa saja yang mau berekspresi dan mengeksplorasi diri. Ke depan, ia akan mengadakan ngalayung, yaitu kegiatan berkesenian yang diselenggarakan setiap sore.

Bukan hanya seni, keterampilan juga diajarkan. “Ada yang merawat jamur, ternak ikan, kambing, dan ada juga yang mengajar di sekolah. Semoga ini menjadi ruang yang dapat memberikan sesuatu bagi semua,” harapnya. syamil

Komentari

komentar