Edukasi

Bercita-cita Kuliah di Inggris, Ghias Terbang ke Kairo

initasik.com, edukasi | Ghias Al Ghifari, alumnus MAN 2 Cipasung, sejak dulu punya cita-cita kuliah di luar negeri, seperti di Inggris atau Jerman. Tapi takdir berkata lain. Tetap akan kuliah di luar negeri, namun bukan di Eropa, melainkan Timur Tengah.

Kendati begitu, perjuangannya tidak mudah. Ghias mengaku, sebelum melakukan tes tulis, ia harus mengikuti bimbingan belajar selama sepuluh bulan di Pondok Pesantren Al-Kautsar, Cianjur.

“Selama proses itu kami belajar semua tentang ilmu hadist, fiqih, dan utamanya bahasa arab,” ujar pria kelahiran Tasikmalaya, 12 Oktober 1999, di sela pelepasan tujuh orang warga Kabupaten Tasikmalaya yang akan kuliah di Timur Tengah, Jumat, 31 Agustus 2018. Pelepasan itu dilakukan Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto.

Ghias menambahkan, setelah melakukan proses pembinaan, selanjutnya mengikuti tes di UIN Bandung. Tes tulis dan wawancara berbahasa Arab. Ia mengaku, keinginan dirinya untuk berkuliah di Timur Tengah merupakan hal yang tidak dipikirkan sebelumnya.  “Tetapi, setelah mengetahui tentang universitas Al-Azhar, tentang tujuannya, dan setelah lulus seperti apa, barulah saya memutuskan untuk kuliah di Timur Tengah,” imbuhnya.

Menurutnya, tak mudah untuk bisa diterima di Al-Azhar. Dari total 7.000 pendaftar yang berasal dari berbagai daerah, hanya 20 orang yang mendapatkan beasiswa. Perlu kerja keras dan kesungguhan agar bisa diterima.

Perjuangan serupa dialami Fadlia Rifda Hilwah Nurazami, alumnus MAN Darussalam, Ciamis. Ia mengaku, tak mudah untuk bisa masuk ke universitas di Timur Tengah. Banyak hal yang mesti ditempuh.

Fadlia menambahkan, detik-detik jelang pengumuman kelulusan sangat mendebarkannya. Apalagi, pengumuman diundur selama tiga hari. “Rencana awalnya tanggal 1 Juli akan ada pengumuman di Website Kemenag, tapi ternyata diundur sampai tanggal 4 Juli. Saat itu saya deg-degan banget, ampe panas dingin. Serius,” tandasnya.

Dalam sambutan pelepasan, Ade Sugianto berpesan untuk selalu fokus dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. “Bersungguh-sungguhlah, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu bagian dari mendekatkaan diri kepada Allah Subhanahu wata’ala,” ucapnya. [Eri]