Kepala SMA Pasundan 2, Eri Kustiaman | Jay/initasik.com
Peristiwa

Berdalih Agar tidak Dibelikan Pulsa, SMA Pasundan 2 Tahan Uang KIP Milik Siswa


initasik.com, peristiwa | Jingga (Nama disamarkan), orangtua siswa SMA Pasundan 2 Kota Tasikmalaya, mengeluhkan keputusan sepihak sekolah yang menahan uang dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) milik anaknya.

Ia menceritakan, pada akhir Juli kemarin, anaknya diajak sekolah untuk mengambil uang KIP ke bank. Namun, setelah dicairkan, uang itu diambil sekolah. Sampai sekarang masih ditahan. Jingga tidak tahu kenapa.

Saat dirinya butuh uang untuk beli seragam anaknya, pihak sekolah mempersulit. Selalu ada alasan untuk berkelit. Katanya pegawai yang pegang uang tersebut sedang tidak ada. Setelah diminta terus, akhirnya diberi. Tidak semuanya. Hanya untuk beli kain dan ongkos jahit. Itupun kembaliannya diminta lagi sekolah.

Bukan hanya anaknya. Siswa lain juga diperlakukan sama. Uang diambil dari bank, lalu ditahan sekolah tanpa ada penjelasan sama sekali. “Malah ada anak yang sudah lulus, dapat KIP, uangnya diambil sekolah. Anaknya diajak ambil uang ke bank, nasibnya sama dengan anak saya. Katanya untuk bayar tunggakan sekolah,” terang Jingga, Selasa, 8 Agustus 2017.

Padahal, sambungnya, anak tersebut sudah tidak punya kewajiban ke sekolah. Ijazah asli telah diberikan. Artinya tidak punya tunggakan bayaran apapun. Setelah didatangi orangtuanya, uang itu diberikan. Tapi setengahnyapun tidak.

Ia menyayangkan pihak sekolah tidak transparan dalam hal itu. Kalau memang aturannya seperti itu, ia tidak mempermasalahkannya. “Asal jelas peruntukannya. Harus terbuka. Sampai sekarang saya tidak pernah diberi tahu uang itu untuk apa saja dan perinciannya bagaimana,” sesalnya.

Kepala SMA Pasundan 2, Eri Kustiaman, awalnya membantah hal tersebut. Menurutnya, semua uang KIP para siswa sudah diberikan kepada penerimanya. Sepeserpun tidak ada yang diambil sekolah, karena rekeningnya atas nama siswa. “Kalau memang uang itu ada di sekolah, hari ini juga saya berikan,” yakinnya.

Namun, setelah petugas TU membenarkan kalau uang KIP itu dipegang sekolah, Eri bersilat lidah. Ia berdalih, uang itu untuk membayar ujian akhir tahun dan seragam sekolah. “Kami hanya mengaturnya agar tidak dibelikan pulsa atau buat keperluan di luar sekolah,” kelitnya.

Ia menyebutkan, selama ini dana bantuan pendidikan sering disalahgunakan siswa dan orangtuanya, seperti dibelikan pulsa atau dipakai bayar kontrakan rumah. “Orangtuanya saja suruh ke sini, biar nanti kami jelaskan,” ujarnya dengan nada ketus. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?