Syaepul | initasik.com
Peristiwa

Berdiri Sejak 57 Tahun Silam, SDN Dawagung 2 Belum Punya Musala

initasik.com, peristiwa | Umur sekolah yang sudah puluhan tahun rupanya tidak menjamin ketersediaan sarana-prasarana. SDN Dawagung 2, misalnya. Sekolah yang berada di Jl. Raya Rajapolah, Kp. Cirangkong, Desa Dawagung, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, itu sudah berdiri sejak 57 tahun silam.

Kendati usianya sudah setua itu, dan berada di pinggir jalan raya, bukan di pedalaman, sampai sekarang sekolah tersebut belum punya musala.

“Padahal tanah di sini masih luas. Proposal sudah kami ajukan. Kami mengusulkan penghapusan rumah dinas kepala sekolah untuk diganti dengan musala. Tapi kata pemerintah tidak ada dana pembuatan untuk musala. Kalau minta dari anak-anak takut dikatakan pungli,” ujar Agus Rusyadi, kepala SDN Dawagung 2.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang berencana membangun musala dengan cara swadana. Mengumpulkan alumni dan partisipan yang ada di lingkungan sekolah, seperti pabrik dan yang lainnya.

“Baru terkumpul Rp 5 jutaan. Itu dari alumni dan partisipan. Perhitungan membutuhkan sekitar Rp 60 jutaan. Saat ini, untuk salat anak-anak menggunakan musala warga.
Kami malu soalnya anak-anak kan masih asyik dengan dunianya. Terlebih berkaitan dengan penggunaan air,” terangnya.

Di tengah keterbatasan sarana, Agus mengaku berupaya keras menanamkan akhlak sejak dini pada anak-anak. Untuk salat berjamaah dan duha pihaknya meminjam masjid masyarakat sekitar. Sepulangnya, setiap Jumat membaca Yasin bersama-sama di ruang kelas.

“Kami sedang berupaya untuk berkoordinasi dengan komite, mengumpulkan orangtua siswa, membahas baiknya harus bagaimana. Visi sekolah kita kan menghasilkan peserta didik yang sehat, cerdas, kreatif, santun dan Islami,” tandasnya. [Syaepul]

Komentari

komentar