Programmble Logic Controller karya siswa SMKN 2 Tasikmalaya
Peristiwa

Berharap Jadi Kota Teknologi, Budi Budiman: Sekarang Kota Kuliner, “Dalahar Wae”

initasik.com, peristiwa | Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, punya harapan lain terkait masa depan kota yang dinakhodainya. Saat memberi sambutan dalam pembukaan gelar Teknologi Tepat Guna, di GGM Dadaha, Senin, 11 Desember 2017, ia menginginkan Kota Tasikmalaya menjadi kota teknologi.

“Sekarang baru kota kuliner. Dalahar wae,” ujarnya disambut tawa hadirin. Ia mengaku sudah kerja sama dengan salah satu provider untuk mewujudkan Tasik Berbudi alias berbudaya digital.

Menurutnya, saat ini kemajuan teknologi sudah tidak bisa dihindari. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus menerimanya. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia penting dilakukan agar tidak selamanya menjadi pemakai.

“Bangsa kita sampai sekarang belum menguasai teknologi. Daya saingnya jauh dibanding negara lain. Alam yang begitu luas harus kita syukuri. Itu potensi besar, tapi manfaatnya belum sepenuhnya kita rasakan sendiri. Potensi-potensi alam itu masih banyak dikelola bangsa lain,” tuturnya.

Karena itu, Budi berharap para guru bisa menggiring para perserta didik untuk bisa membuat terobosan dan inovasi dalam teknologi tepat guna. Jika tidak begitu, selamanya bangsa Indonesia hanya akan menjadi pemakai, bukan produsen.

“Kalau kita hanya sebagai pemakai, cilaka. Negara kita jumlah penduduknya banyak, tapi dalam daya saing kalah oleh negara lain. Mereka sudah bisa membuat pesawat luar angkasa, kita mobil juga belum,” tandasnya.

Ia menyebutkan, ada empat dimensi yang mesti diperhatikan dalam peningkatan kesejahteraan di masa sekarang, yaitu penciptaan teknologi baru, pengenalan inovasi baru, pemerataan teknologi, dan pengembangan keterampilan diri.

“Kita ingin anak-anak kita semakin kreatif dan inovatif, sehingga bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita sudah ketinggalan jauh, tapi itu bukan alasan untuk mencari terobosan dan membuat inovasi. Kita harus menjadi bangsa yang unggul. Kuasai IPTEK, tapi jangan juga melupakan IMTAK,” papar Budi. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?