Syaepul | initasik.com
Inspirasi

Bermodalkan Nekat, Fauzi Buka Usaha Kerajinan Rebana dan Marawis

initasik.com, inspirasi | Tidak memiliki keterampilan bukan hambatan bagi Fauzi Khaeru Wafa membuka usaha. Pria yang kini berusia 44 tahun itu nekat merintis usaha kerajinan rebana dan marawis di Kp. Cibodas Girang, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Ketika memulai usahanya, ia mengaku tidak memiliki keterampilan membuat maupun memainkan alat musik tersebut. “Awalnya almarhum bapak saya jualan alat musik rebana dan marawis di Jakarta. Dari sana awal saya tahu kedua alat musik tersebut,” ujarnya.

Untuk menjalankan usahanya, ia mengajak para ahli di bidangnya. Bahkan ada juga pekerjanya yang sebelumnya tidak bisa apa-apa, akhirnya jadi bisa. Mereka dibimbing ahli. Seiring berjalan waktu, banyak warga sekitar yang mampu melakukan.

“Awal memulai hanya punya tiga orang pekerja. Sekarang sudah 16 orang yang kerja di sini. Dulu, kalau mau beli alat harus menunggu pengerjaan beres dulu, sekarang mah setiap hari memproduksi,” tutur suami Pipih Apipah Musyarofah dan ayah tiga anak itu.

Ia berpesan, sebelum membuka usaha apapun, minimal tahu dulu. Kenali dan dalami. Setelah paham, harus berani mengawali. Hal itulah yang dilakukan Fauzi dalam merintis usaha pembuatan rebana dan marawis.

Baca juga: Alat Musik Rebana dan Marawis Masih Diminati Pasar

Kini, dalam satu bulan, minimal ada pesanan marawis dan rebana mulai 15 set sampai 20 set. Selain di Tasikmalaya, pemasaranna sampai ke Garut, Bandung, Bogor, Karawang, dan Jakarta. Bahkan pernah kirim ke Brunei Darussalam, tapi itu tidak berlanjut. “Paling sedikit Rp 40 jutaan,” jawab Fauzi saat ditanya omzet per bulan. [Syaepul]

Komentari

komentar