Birokrasi

Berunding Menekan Angka Stunting

initasik.com, birokrasi | Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus berupaya menekan angka stunting ke titik paling kecil. Beragam upaya dilakukan, di antaranya menggelar rembuk aksi percepatan penurunan stunting di Opp Room Setda Kabupaten Tasikmalaya, Senin, 11November 2019.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Dadan Hamdani, mengatakan, saat ini ada 186 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang masih memiliki anak stunting di atas 20 persen. Padahal, jika melihat standar minimal tingkat nasional, angka stunting tidak boleh melebihi 20 persen.

“Kita akan terus menekan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya. Sekarang kita masih memiliki tantangan, yakni ada 186 desa di Kabupaten Tasikmalaya yang angka stuntingnya masih di atas 20 persen. Bahkan, 86 desa di antaranya masih di atas 30 persen,” tuturnya.

Dadan menambahkan, langkah-langkah yang dilakukan untuk terus menekan angka stunting ini yakni dengan cara melaukan koordinasi lintas sektor, sampai membidik para calon ibu untuk diberikan pengetahuan masalah kesehatan, khususnya pencegahan stunting.

Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya gencar melaksanakan sosialisasi kepada ibu-ibu hamil dan remaja putri untuk melakukan tindakan preventif masalah stunting.

Salah satu penyebab stunting adalah salah dalam pola asuh dan asupan gizi saat hamil. “Hal yang paling urgen dalam masalah stunting ini kuncinya adalah pada seribu hari kehidupan bayi. Jadi, dalam mulai masa kehamilan sampai usia 2 tahun, kebutuhan gizi pada bayi harus benar-benar tercukupi,” tandasnya. ***