Peristiwa

Berwisata ke Galunggung; Antara Berendam di Air Panas dan Memendam Kesal

initasik.com, peristiwa | Cipanas Galunggung merupakan salah satu andalan objek wisata di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, sampai saat ini pengelolaannya belum maksimal. Selalu saja ada cerita tak mengenakan yang dilontarkan para pengunjung. Banyaknya pungutan adalah alasannya.

Kendati begitu, Cipanas Galunggung masih menjadi destinasi wisata pilihan dalam mengisi liburan. Di akhir pekan kali ini, jumlah pengunjung naik sepuluh kali lipat. Biasanya, rata-rata pengunjung kisaran 50 orang sampai 100 orang.

Namun, banyak di antara pengunjung yang mengeluhkan banyaknya pungutan. Di pintu masuk pertama bayar tiket. Per orang Rp 6.500. Itu belum termasuk untuk kendaraan roda empat atau lebih. Antara Rp 2.000 sampai Rp 6.000.

“Pas masuk parkir juga dimintai lagi. Untuk parkir katanya. Banyak calonya. Seharusnya kalau bayar di portal, di dalam tidak harus bayar lagi,” kesal Iwan, warga Singaparna, yang berlibur ke Cipanas Galunggung bersama keluarga, Sabtu, 7 Juli 2018.

Saat akan berenang di kolam paling ujung, ia harus bayar tiket lagi. Seorang Rp 15.000. Sedangkan anak-anak Rp 5.000. Iwan urung masuk. Ia dan keluarganya memilih menggunakan kolam di bawah.

“Soal tarif harus jelas. Dihitung per orang atau per kendaraan. Juga soal pengelolaan, bagusnya semua langsung dibayar di portal depan. Supaya pengunjung tidak harus bayar-bayar lagi,” beber Iwan.

Belum lagi kalau menyewa tikar. Pengunjung diminta bayaran antara Rp 10.000 sampai Rp 20.000. Baiknya pengunjung, apalagi yang bersama keluarga, membawa tikar dari rumah. [Eri]