Ekbis

Besarnya Omzet Rental Otopet

initasik.com, ekbis | Bang Jack. Begitu dia akrab disapa. Sejak 2011 ia merintis usaha merentalkan otopet di Alun-Alun Kota Tasikmalaya. Pria bernama asli Jimmy Husein ini merupakan perintis usaha tersebut.

“Waktu itu saya kerja di Pertambangan. Saya lihat ada satu usaha yang punya prospek bagus. Tanpa pikir panjang saya langsung memutuskan keluar kerja dan jual motor saya untuk dijadikan modal beli lima belas otopet,” bebernya, Sabtu, 15 September 2018.

Prediksinya tidak meleset. Masyarakat merespons positif usahanya. Banyak yang rela mengeluarkan uang Rp 10 ribu untuk sewa otopet selama setengah jam, bahkan bila sedang sepi bisa sampai sepuasnya. “Sekarang, ada kurang lebih 150 otopet. Tapi tidak semuanya ada di Tasik,” imbuhnya.

Selain di Alun-alun, Taman Kota Tasikmalaya, CFD Cilembang dan Lanud Wiriadinata, ia juga punya lapak di Jambi, Jember, dan Palembang. Bukan hanya otopet, disewakan juga sepeda  mini dan mobil go-kart pedal.

Saat ditanya soal omzet, pria yang selalu memakai topi baseball itu malah tersenyum. Katanya, untuk urusan omzet ia tidak bisa memastikan. Besar kecilnya tergantung pada kondisi banyak atau tidaknya para penyewa otopet.

Namun, satu lapak yang ada di Kota Tasikmalaya saja, perharinya bisa menghasilkan sampai Rp 500 ribu. Jika  sedang ramai, tentu lebih besar lagi. Menjelang akhir pekan, omzetnya lain cerita. Bisa sampai Rp 3 juta.

Saat ini, ia sudah memiliki tujuh pegawai di Kota Tasik yang selalu setia menjaga lapaknya. Sistem gajinya persentase. Bima, salah seorang pegawai, menyebutkan, “Tujuh puluh persen ke si abang, tiga puluh persen buat pegawai. Kita bisa dapat Rp 3 juta sebulan, bahkan kadang lebih.” [Eri]