Etalase

Besek Buatan Tasik Diminati Masyarakat Luar Daerah

initasik.com, etalase | Besek, tempat yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk segi empat, buatan warga Kabupaten Tasikmalaya ternyata banyak diminati warga luar daerah. Demikian dikatakan Ende, warga Kampung Cimuta, Desa Cigadog, Kecamata Leuwisari.

Ia menjadi bandar kecil-kecilan dari warga sekitar yang biasa membuat besek alias pipiti. Kerjanya borongan. Satu pipiti, ia hargai 700 rupiah. Ukuranya kurang lebih sekitar 15×15 sentimeter.

Menurutnya, saat ini, pipiti malah banyak diminati dari masyarakat luar daerah, seperti Bandung. “Saya biasa ngirim ke Bandung perbulan baru 500 pasang. Tapi meskipun saya ngirim 2500 pasan mereka masih siap menampung,” ujarnya.

Ende menyebutkan, saat ini, pengrajin besek sudah mulai berkurang. Misalnya salah satu wanita tertua di desanya yang menekuni pembuatan besek, Mak Eruk, kini sudah mulai berhenti lantaran keterbatasan tenaga yang dimilikinya.

Ia menjelaskan, bisnis besek masih cukup menjanjikan. Dari modal 700 rupiah per pipiti, ia menjualnya seharga seribu rupiah. Menguntungkan. Namun, sedikitnya orang yang bisa membuat besek, membuat pesanan tidak terpenuhi. “Target saya minimal bisa ngirim 2500 pasang perbulan. Itu baru satu kota. Belum kota lainnya,” imbuh Ende. [Eri]