Etalase

Besek Tetap Bertahan di Tengah Pemakaian “Styrofoam”

Kabupaten Tasik | Biasanya, hajatan identik dengan besek atau pipiti. Setiap kali ada kenduri atau khitanan, si empunya hajat memberikan besek yang berisi nasi lengkap dengan lauknya, sebagai “pengganti” amplop

Seiring pekembangan zaman, keberadaan besek mulai terancam oleh hadirnya wadah lain, seperti styrofoam yang lebih praktis dan terkesan bersih. Kendati begitu, besek tidak lantas ditinggalkan begitu saja.

Para pembuat besek masih bertahan hingga sekarang. Eruk, misalnya. Warga Kampung Cigadog, Desa Cigadog, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, itu masih tekun menganyam pipiti. Ia mengaku sudah sudah 20 tahun menjalani pekerjaannya itu.

Menurutnya, membuat sebuah besek tidak semudah yang dilihat. Ia harus memilih bambu muda yang kering untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan besek. Kemudian bambu tersebut diiris menjadi tipis atau yang biasa disebut dengan irasan.

Irasan-irasan itu lantas diserut kembali supaya jauh lebih halus dan rapi. Lalu masuk pada proses penganyaman. Di titik inilah diperlukan kesabaran yang tinggi untuk membentuk sebuah besek. Setelah dianyam dan dibentuk, sisa-sisa irasan dipotong agar lebih rapi.

Ditanya soal kendala, Eruk mengatakan, salah satunya adalah musim hujan seperti sekarang. Bahan baku untuk membuat besek yang baik sulit untuk didapat, karena bambunya basah. “Pami nganggo awi nu baseuh, pipiti teh jantena kalah semu hideung. Awon,” ujarnya kepada initasik.com, Sabtu, 9 Januari 2016.

Dalam sehari ia mengaku bisa membuat sepuluh besek ukuran besar, atau 15 buah ukuran kecil. Pipiti-pipiti buatannya itu setiap dua minggu sekali dikirim ke pengepul yang ada di sekitar rumahnya.

Harga untuk satu kodi besek ukuran besar adalah Rp 12.500, dan untuk ukuran kecil Rp 8.000. Dari hasil membuat besek, Eruk mengaku bisa membantu kebutuhan keluarga. “Paling seueur sakali setor teh opat kodi. Pami nuju aya milik mah sok aya nu pesen kanggo hajatan. Pesenna teh dugi ka 700 pipiti,” sebut Eruk. initasik.com|wrd

Komentari

komentar