Kus | initasik.com
Peristiwa

Biaya Masuk Unsil Via Jalur Mandiri Sampai Rp 10 Juta, Mahasiswa Protes

initasik.com, peristiwa | Sepuluh mahasiswa dari BEM Fakultas Agama Islam Universitas Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, berunjuk rasa di halaman gedung rektorat, Selasa, 2 Mei 2017.

Rektor Unsil, Prof. Rudi Priyadi, tampak kaget melihat aksi tersebut. Pasalnya, itu dilakukan setelah beres upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, di lapangan kampus. Para pendemo mendesak manajemen kampus menghapus uang pangkal Rp 4.750.000 bagi mahasiwa baru yang melalui jalur mandiri.

“Pungutannya memang hanya sekali, namun waktu yang diberikan hanya selama dua hari. Bagi mereka yang datang dari keluarga kaya, pasti tidak ada masalah. Tapi, bagaimana dengan calon mahasiswa yag ekonomi keluarganya pas-pasan,” tutur Gubernur BEM FAI Unsil, Hilma Fanniar Rahman.

Malah, ia menghitung, biaya keseluruhan bagi mahasiswa jalur mandiri hampir Rp 10 juta. “Itu bertentangan dengan perundang-undangan. Kami berharap, adik-adik kelas kami nanti tidak terbebani dengan biaya-biaya seperti itu,” tandas Hilma.

Baca juga: Di Hari Pendidikan Nasional, Dosen Unsil Tuntut Rektor Ubah Kebijakan

Prof. Rudi menjelaskan, kebijakan penerimaan mahasiswa baru di Unsil dibagi beberapa jalur. Sebanyak 70 persen bagi siswa yang memiliki prestasi. Jalur itu tidak ada uang pangkal.

“Sisanya, 30 persen, untuk jalur mandiri. Memang ada bayar uang pangkal. Tapi, kami akan berupaya mengubah kebijakan. Tidak disamaratakan. Disesuaikan dengan kemampuan orangtua calon mahasiswa,” paparnya. [Kus]

Komentari

komentar