Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang
Birokrasi

Bila Batuk Lebih dari Dua Pekan, Segera Periksa ke Puskesmas

initasik.com, birokrasi | Angka pengidap TBC di Kabupaten Tasikmalaya terbilang tinggi. Tahun 2018, misalnya, tercatat ada 1.022 kasus TBC. Sedangkan di tahun ini, sampai Agustus, ada sekitar 600 kasus.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang, mengatakan, sebagai upaya penanganan dan meminalisir merebaknya TBC, pihaknya menggaet seluruh organisasi kesehatan dalam lingkup Dinas Kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia atau IDI, PPNI, ikatan bidan, dokter fatologi klinik, dokter anak, ikatan apoteker dan lain-lain.

Untuk penanggulangan TBC ini diperlukan koordinasi dan kerja sama yang solid, dan semua elemen terkait semua harus terlibat aktif. “Di Puskesmas juga ada pengelola program TB, mereka melakukan penyuluhan ke masyarakat dan melatih para kader,” ujarnya.

Diwawancara di sela lokakarya tentang TBC di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya, Kamis, 19 September 2019, Atang menjelaskan, TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya  bakteri yang disebut Micro Bacterium Tubercullosa yang biasanya terdapat dalam dahak atau ludah si penderita. Bisa dengan mudah menular melalui udara.

Atang menyebutkan, gejala awal TBC ini biasanya ditandai dengan batuk yang berkepanjangan. Jangka waktunya sampai 2 minggu berturut-turut yang dibarengi dengan beberapa indikasi lain, seperti penurunan berat badan serta adanya keringat berlebih saat malam hari.

Bila ada anggota keluraga yang mengalami hal seperti itu, segera bawa ke Puskesmas atau dokter terdekat untuk diperiksa lebih lanjut. ***