Peristiwa

Bila Ruangan Penuh, Pasien BPJS Punya Hak Naik Kelas

Kota Tasik | Ruang rawat inap penuh sering kali membuat peserta BPJS Kesehatan yang hendak berobat di rumah sakit kebingungan. Dirawat atau pulang lagi. Bila mau dirawat harus naik kelas. Biaya pasti bengkak. Ada selisih pembayaran. Sebagian ditanggung BPJS Kesehatan, sebagian lagi dibayar pasien.

Padahal,  berdasarkan Permenkes 28/2014, bila ruang rawat penuh, pasien yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan berhak untuk naik kelas satu tingkat di atasnya. Misalnya, si A mendaftar BPJS Kesehatan di kelas 3, maka ia berhak mendapat perawatan di kelas 2 selama tiga hari. Dan itu ditanggung BPJS. Tidak ada selisih biaya.

Dalam rentang waktu tiga hari itu, rumah sakit harus menyiapkan ruang rawat inap sesuai kelas pasien. Namun, itu tidak berlaku bagi peserta penerima bantuan iuran, seperti yang asalnya peserta Jamkesmas.

“Kalau ruangan penuh, rumah sakit wajib menyediakan ruangan satu tingkat di atasnya. Kalau kelas 2, misalnya, berarti ke kelas 1. Kalau kelas 1 ke kelas utama. BPJS hanya sampai kelas 1,” sebut James Simanjuntak, kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, dalam satu kesempatan.

Ia mengingatkan, peserta BPJS Kesehatan yang akan dirawat di rumah sakit agar menggunakan ruang rawat sesuai kelasnya agar tidak ada biaya perawatan yang harus dibayar pasien. “Kalau pasien dirawat sudah sesuai kelasnya dan melalui prosedur, berapa pun lama perawatan, tidak ada biaya,” tandasnya. initasik.com|shan

Komentari

komentar