Keluarga

Bolehkan Istri Kerja di Luar Rumah?

Kota Tasik | Ada tiga syarat yang harus dipenuhi sebelum seorang istri beraktivitas, terutama bekerja, di luar rumah. Pertama, izin dari suami. Kedua, pekerjaannya tidak mengandung unsur haram. Ketiga, tidak menimbulkan fitnah bagi keluarga.

“Selama syarat-syarat itu terpenuhi, tidak masalah bagi seorang istri untuk bekerja di luar rumah,” ujar Ustadz Aam Amiruddin saat ditanya wartawan, usai mengisi seminar keluarga di Hotel Santika, Sabtu, 31 Januari 2015.

Menurutnya, yang penting ada izin dari suami. Tapi itupun harus bekerja di tempat yang halal, bukan di bar atau tempat-tempat yang jelas kentara unsur keharamannya. Selain itu, tidak menimbulkan fitnah bagi keluarga. “Jangan suka jalan berdua dengan lawan jenis saat berada di jam kantor,” katanya mencontohkan.

Soal terabaikannya anak dan keluarga gara-gara istri bekerja, ia menilai, itu tergantung manajemen waktunya. Menurutnya, banyak istri yang bekerja di luar tapi bisa memanej waktunya, sehingga kewajiban mengurus anak dan suami terpenuhi. “Ada juga yang tidak bekerja di luar rumah, artinya jadi ibu rumah tangga, tapi karena tidak bisa mengatur waktu, ya acak-acakan,” imbuhnya.

Lantas, manakah yang lebih penting; mengurus keluarga atau bekerja? “Jelas, mendidik anak dan rumah tangga itu lebih penting. Tapi untuk orang-orang tertentu mencari nafkah membantu suami bisa jadi penting juga. Itu sangat situasional,” tandasnya.

Disinggung soal banyaknya pasangan suami-istri, baik istrinya atau suaminya, yang suka curhat di media sosial, Aam menilai, itu merupakan bentuk salah memanfaatkan media sosial. “Banyak yang lupa diri memanfaatkan media sosial sebagai sarana curhat. Itu salah. Media sosial bukan tempat untuk curhat urusan keluarga. Dalam Al-Quran dijelaskan, suami adalah pakaian untuk istri, begitupun sebaliknya,” pungkasnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar