Peristiwa

BPBD Pasang Pendeteksi Longsor dan Peringatan Banjir

Kabupaten Tasik | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memasang dua alat pendeteksi longsor di Kecamatan Salawu, dan peringatan dini banjir di Kecamatan Sukaratu.

Kepala BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, menjelaskan, alat pendeteksi longsor itu dipasang di titik yang dianggap paling rawan terjadi pergerakan tanah. Sedangkan alat peringatan banjir dipasang di Sukaresik, karena ada empat desa yang kerap terkena banjir akibat luapan sungai Citanduy yang melintasi kecamatan tersebut.

Setelah dipasang alat pendeteksi banjir, kata Kundang, alat tersebut akan mengeluarkan suara sirine, sehingga masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana. “Kami juga memasang kamera CCTV di Galunggung yang ditempatkan di area kawah. Itu untuk mengetahui pergerakan yang terjadi di kawah,” sebutnya, Rabu, 6 Januari 2016.

Terkait bencana alam di Kabupaten Tasikmalaya, Kundang merinci, di 2015 terjadi 265 kali musibah alam yang mengakibatkan kerugian Rp 14 miliar. Sedangkan di 2014 tercatat ada 403 bencana alam dengan kerugian Rp 29 miliar.

Menurutnya, bencana alam yang paling sering terjadi adalah longsor, mengingat Kabupaten Tasikmalaya termasuk daerah di Indonesia paling rawan bencana itu. Ia menyebutkan, di 2015 korban meninggal dunia akibat tertimbun longsor ada dua orang, dan tiga orang di 2014. initasik.com|dzm

Komentari

komentar