Etalase

Buat Berkutik Batik Tasik

Kota Tasik | Batik buatan Tasikmalaya mulai dibuat berkutik. Setidaknya pemkot sudah menyediakan outlet batik di Jl. Cigeureung, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Bangunan senilai Rp 1,1 miliar itu diisi 20 perajin. Selain sebagai gerai penjualan, di tempat itu akan diadakan pembuatan serta pelatihan membatik.

Saat meresmikan outlet batik, Kamis, 26 Maret 2015, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengutarakan, pada tahun 1970-an, batik asal Tasikmalaya meraja di pasaran. Tapi lantaran terlalu terlena dengan keterkenalan, batik Tasik perlahan meredup.

“Ini harus jadi pemikiran kita bersama. Jangan terlalu manja. Hanya cari untung. Yang penting punya uang. Pabrik (batik) disewakan. Akhirnya pasar dikuasai orang lain,” ujar Budi menceritakan ihwal kenapa batik Tasik yang sempat digdaya dengan Koperasi Mitrabatiknya jadi terpuruk.

Sementara itu, perintis perencanaan outlet Batik Tasikmalaya, Hendro Nugroho, mengatakan, salah satu kelemahan batik Tasik adalah tidak mempunyai ciri khas. Tak heran, batik buatan Tasik yang dijual pedagang asal Garut, misalnya, malah dikenal batik Garutan, padahal itu buatan Cigeureung.

“Untuk membedakan batik Tasik dan luar Tasik itu sangat sulit. Kenapa? Karena batik Tasik tidak memiliki ciri khas motif. Motif lancah dan merak kibing itu semua daerah juga punya. Ini tugas kita semua, termasuk media. Bagaimana mendorong para perajin agar memiliki ciri khas,” ajaknya. initasik.com|asm

Komentari

komentar