Etalase

Buat Dompet, Omzet Seminggu Rp 10 Juta

Kota Tasik | Pemberdayaan perempuan di Kelurahan Sukanegara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM) Perkotaan terbilang sukses.

Kaum ibu yang semula menghabiskan waktu dengan nonton tv atau bergosip ria, kini telah menjadi pekerja domestik yang produktif. Mereka giat membuat dompet dan berbagai olahan kudapan.

Iis Hikmat Nurlisawati, pengelola kelompok, menyebutkan, sejak dirintis empat tahun lalu, pemberdayaan perempuan di daerahnya memerlihatkan kemajuan. Buktinya, dalam seminggu omzet pembuatan dompet, misalnya, sudah menembus kisaran Rp 8 juta sampai Rp 10 juta. Itu baru dompet, belum olahan makanan.

Dompet-dompet hasil kaum hawa itu dipasarkan langsung ke grosir atau dijual di acara-acara massal, seperti pasar malam. “Kami membidik ibu-ibu yang ekonominya kurang sejahtera. Mereka diberi pinjaman PNPM. Anak-anak menganggur karena putus sekolah pun diberdayakan,” ujarnya saat ditemui initasik.com di stand pameran hasil perencanaan Penataan Lingkungan Permukinan Berbasis Komunitas (PLPBK).

Lantaran sukses mengelola dana PNPM, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Sukanegara dipercaya mengelola uang Rp 1 miliar untuk digunakan dalam program PLPBK. Sejak 2012, mereka sudah merintis menyulap lahan kumuh seluas 1 hektar untuk dijadikan tempat yang menarik dikunjungi. “Kami punya mimpi membangun pemukiman kumuh agar menjadi indah. Sekarang lagi penataan. Itu akan dijadikan tempat layak huni,” sebut Iis. initasik.com|ashani

Komentari

komentar