Peristiwa

Budi Absen OPD Bersedekah

Kota Tasik | Evaluasi Tasik Bersedekah di aula Bale Kota Tasikmalaya, Senin, 8 Desember 2014, berlangsung riuh. Tawa hadirin sering pecah saat Wali Kota Budi Budiman mengabsen OPD dan kecamatan mana saja yang belum bersedekah.

“Ini Sekretariat DPRD, Pak Uus, kenapa belum bersedekah? Ini masih kosong,” tanya Budi disambut gerrrr hadirin. Ditanya itu, sekretaris dewan langsung menimpali. Ia mengaku sudah bersedekah, tapi salah memasukkan. Harusnya dimasukkan ke Tasik Bersedekah, tapi dicatat sebagai infaq sedekah yang biasa.

Selain Sekretariat DPRD, OPD lain pun ada yang belum bersedekah, seperti Disbudparpora, BPBD, Kantor Pengendalian Lingkungan Hidup, Kesbangpol, serta Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah.

Beberapa kecamatan dan kelurahan juga masih banyak yang belum melaporkan gerakan mereka dalam Tasik Bersedekah. “Ini lurah Sukamanah mana nih? Sedekahnya paling besar. Kelurahan Sukamanah tercatat Rp 5.194.000. Ieu alus yeuh. Badag. InsyaAllah tereh jadi camat tah,” ujar Budi disambut tawa hadirin.

Kendati dibalut suasana penuh tawa, Budi beberapa kali menekankan pentingnya bersedekah. Selain bagian dari ibadah, katanya, sedekah juga bisa menjadi pelindung diri. “Tahun 2003 saya dan keluarga mengalami kecelakaan fatal. Mobil hancur 80 persen. Herannya, semua penumpang selamat. Saya heran kenapa selamat. Padahal sholat dzuhur sering jam setengah dua. Dhuha sering lewat. Oh, mungkin karena saya waktu itu sedang sedekah jariyah membangun masjid,” tuturnya.

Ia juga bercerita pengalamannya saat akan ke Jakarta, awal tahun ini. Waktu itu, sopirnya mendadak stroke, sehingga stir mobil di luar kendali. Budi yang saat itu duduk di kursi belakang, sigap merebut stir. “Telat beberapa detik saja, mungkin ceritanya lain,” katanya.

Sejak digulirkan Juli, sampai 5 Desember kemarin, uang yang terkumpul dalam program Tasik Bersedekah baru Rp 191.468.298. Budi menilai, angka itu masih sangat kecil. “Dari 650 penduduk Kota Tasikmalaya, kalau setengahnya bersedekah Rp 2.000, berarti dalam satu bulan bisa terkumpul Rp 700 juta. Itu kalau satu bulan satu kali. Kalau seminggu sekali bisa terkumpul Rp 2,8 miliar. Itu akan menjadi sebuah kekuatan ekonomi umat,” tandasnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar