Peristiwa

Budi tak Tepati Janji, Nono: Kami Sudah Disakiti

Kota Tasik | Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Kojengkang, Nono Sumarno, mengaku kecewa dengan sikap Pemkot Tasikmalaya yang ingkar janji. Menurutnya, saat audiensi di ruang rapat pimpinan DPRD, Senin, 14 Desember 2015, Budi meminta para pedagang libur dulu selama dua minggu sampai 31 Desember 2015.

Setelah itu, dalih Nono, para pedagang boleh berjualan lagi, asal menjaga ketertiban dan kebersihan. “Pokoknya saya mau menagih janjinya pak wali untuk ditata atau yang ditempatkan di sebelah lapangan softball. Kalau yang di GGM kami menolak,” tandas Nono kepada initasik.com, Rabu, 6 Januari 2016.

Ia meminta pemerintah tidak memperkeruh suasana dengan mengombang-ambing nasib para pedagang. “Sekarang sudah lewat dari 31 Desember, tapi belum ada keputusan penataan. Malah mau direlokasi ke GGM, padahal itu tidak disebut-sebut saat rapat di dewan,” ujarnya.

Ditanya apakah hari Minggu nanti para pedagang akan jualan lagi di tempat semula, Nono mengaku tidak tahu. Ia pun tidak bisa menghalangi mereka berjualan. “Kalau kemarin saya melarang sampai tanggal 31 Desember. Sekarang mah tidak tahu, apakah ada perlawanan atau bagaimana. Saya tidak mau kalau harus membuat gerakan tidak baik mah,” tuturnya.

Ia menegaskan, “Ini masalah perut. Orang lapar suka kegelapan mata. Kami sudah disakiti, padahal dua minggu kemarin kami mengikuti saran pak wali. Jadi, kalau besok ada bentrokan, wayahna abdi mah moal ngabantos. Nyarek moal, nitah moal.”

Terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, mengatakan, opsi relokasi ke area Gelanggang Generasi Muda (GGM) merupakan solusi dari pemerintah, karena jalur lingkar Dadaha tidak boleh digunakan untuk jualan.

“Kalau para pedagang menolak ditempatkan di GGM, itu hak mereka. Kami tidak bisa memenuhi semua keinginan warga. Tapi yang jelas tempat olahraga harus difungsikan sebagaimana mestinya,” papar Budi saat ditanya seusai mengikuti acara di Masjid Al-Hoesen, Sindangsuka, Kelurahan Sukamaju Kidul, Indihiang. initasik.com|syamil/shan

Foto: Lahan di area Gelanggang Generasi Muda, Dadaha, ini rencananya bakal dijadikan tempat relokasi pedagang pasar kojengkang.

Komentari

komentar