Tugu Asmaul Husna Spirit Tasik Religius
Peristiwa

Budi: Tugu Asmaul Husna Spirit Tasik Religius

Kota Tasikmalaya | Tirai penutup tugu Asmaul Husna di simpang Nagarawangi, Kota Tasikmalaya, dibuka bersamaan dengan penutupan tahun 2015. Suara sirine beradu dengan terompet dan kembang api yang menyalak di angkasa, bersaing dengan pembacaan Asmaul Husna.

“(Tugu) Ini akan menjadi spirit kita. Terlebih kota Tasikmalaya punya Perda Tata Nilai. Kita ingin menghadirkan Tasik kota yang religius. Kota yang santun, nyaman, toleran, yang selalu bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama. Dengan hadirnya tugu ini, mudah-mudahan menjadi ikon kota Tasikmalaya. Ini bagaimana menggambarkan kesantunan dan ketaqwaan masyarakat tasik,” tutur Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman.

Tugu yang dibangun dengan anggaran  Rp 643 juta itu, diharapkan bisa membangun dan meningkatkan sebuah spirit masyarakat Tasik yang sebenarnya. Menjadi ikon kota santri. Perekat masyarakat Indonesia dalam membangunan ukhuwah Islamiyah. Menjadi masyarakat yang sejahtera dan madani.

ini juga: Warna-warni Kota Tasikmalaya di Malam Terakhir 2015

Di tempat yang sama, Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, mengatakan, masyarakat boleh bangga dengan adanya tugu tersebut. Tapi jangan hanya bangga dengan bangunannya, melainkan harus menjadi pengingat dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya harap, ketika melewat jalan (Hazet) ini menjadi pengingat bagi kita. Asmaul Husna harus diimplementasikan ke dalam kehidupan sehari-hari. Misal, ada rohman dan rohim, kita harus mengasihi dan menyayangi manusia,” tandasnya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar