Syaepul | initasik.com
Ekbis

Budidaya Ikan Gurami, Yudi Raih Keuntungan Belasan Juta Rupiah

initasik.com, ekbis | Berawal dari melihat lingkungan sekitar yang banyak kolam ikan dan hanya sebatas dikonsumsi pribadi, membuat Yudi Mulyadi, warga Selawangi, Desa Selawangi, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, berbudidaya ikan gurami (Sunda, gurame).

“Awalnya saya punya 15 ekor ikan yang berukuran besar di kolam indukan. Kalau bertelur suka dimakan ikan lain. Dari sana saya akhirnya mencoba mijahkeun, terus pendederan dan penebaran benih. Jangka waktu ke panen itu sekitar 3 bulan sampai 4 bulan. Yang hidup paling setengahnya dari benih,” tuturnya.

Ketika memulai, lanjut dia, selama dua tahun mengalami kesulitan. Namun, itu tidak membuatnya putus asa. Seiring perkembangan, sekarang memiliki 10 kolam berukuran 5×9 meter.

“Ikannya itu jenis gurami Galunggung, sekali menebar sebanyak 10.000 benih seukuran biji labu. Harganya Rp 250. Benih itu dibesarkan sampai seukuran korek api yang harganya Rp 3000,” sebutnya.

Untuk pangsa pasarnya tidak sulit. Banyak yang membutuhkan. Perawatannya pun terbilang gampang. Sebelum menebar benih ke kolam ikan, terlebih dahulu dibersihkan dan diberi pupuk sampai timbul cacing. Baru setelahnya pisahkan benih yang memiliki jamur, soalnya akan mudah menular.

“Harus memiliki kesabaran, ketelatenan dan jangan berhenti belajar dari orang lain. Soalnya dalam hal penanggulangan dan perlakukan sama ikan itu setiap pembudidaya berbeda-beda. Sekarang penghasilan sekitar Rp 15 juta tiap panen. Itu paling minim,” bebernya. [Syaepul]

Komentari

komentar