Dok. initasik.com
Etalase

Budidaya Lebah, Kelompok Tani Teratai Kirim Madu ke Luar Kota


initasik.com, etalase | Kelompok Tani Teratai di Sindangsuka, Kelurahan Gunung Gede, Kawalu, Kota Tasikmalaya, berhasil membudidayakan lebah madu lokal dan apis trigona atau lebah klanceng.

Ketua kelompok tani, Dede Yanti, mengatakan, lebah-lebah jenis itu kualitas madunya bagus, terlebih pada jenis lebah madu apis trigona. Namun, lebah yang dikenal dengan ukurannya lebih kecil dibanding lebah jenis lain dan tak memiliki sengatan itu kini sudah rada sulit ditemui.

Padahal, kualitas madu yang dihasilkan oleh lebah tersebut jauh lebih baik ketimbang lebah lain. “Madu yang dihasilkan dari jenis Apis Trigona kandungan fruktosa dan glukosanya lebih baik dibanding yang lain,” ujarnya.

Oleh sebab itulah madu yang dihasilkan oleh para kelompok tani Teratai ini mampu bersaing dengan daerah lain karena kualitasnya yang dinilai baik. Buktinya, kata Dede, pemasaran madu-madu asli dari Tani Teratai sudah menyebar ke beberapa kota besar di Indonesia.

Ia menyebutkan, dalam sebulan, kelompok tani yang berdiri sejak tahun 1999 itu bisa menghasilkan madu sampai angka kwintalan. Kendati demikian, hasil yang begitu berlimpah itu masih belum bisa memenuhi permintaan pasar. “Dalam sebulan kami baru bisa menjual sampai 2 kwintal saja,” jelasnya.

Salah satu kendala, untuk bisa memperoleh madu diperlukan bunga yang memiliki banyak kandungan nektar agar lebah bisa menghasilkan madu dengan cepat. Semakin banyak bunga, semakin cepat pula lebah menghasilkan madu. Misalnya bunga kaliandra merah. Selain tumbuhnya cepat, kandungan nektarnya juga banyak. “Kalau lagi musim bunga di pepohonan sekitar, bisa panen selama 2 minggu sekali. Kalau lagi ngga ada paling satu bulan,” imbuhnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?