Sosial Politik

Bukan Air Mancur, Kota Tasik Butuh Penghias Batin

initasik.com, sosial | Rencana Pemkot Tasikmalaya membuat air mancur di Taman Kota dikritisi warga. Pemerhati sosial, Asep M Tamam, menilai, Kota Tasikmalaya sudah cukup cantik dan gagah. Banyak penghias kota, hotel, mal dan infrastruktur yang baik.

“Kini, Kota Tasik butuh pembinaan wilayah penghias batinnya. Kehidupan sosial. Perbaikan rasa peduli pada warga masyarakatnya. Perubahan struktur APBD yang benar-benar memihak rakyat banyak,” tuturnya, Jumat, 16 Februari 2018.

Menurutnya, memperbaiki dan menghiasi kota hukumnya sunat. Ada yang wajib, yaitu memihak dan memperbesar anggaran yang menyentuh kepentingan masyarakat. “Dari berbagai berita tentang anggaran pembangunan di Kota Tasik, sering kali anggaran-anggaran itu milaraan bagi warga masyarakat luas,” tandasnya.

Ia menilai, masih berseliwerannya berita kejahatan, karena tidak ada anggaran pembinaan. Pencegahan potensi-potensi kejahatan belum maksimal. Itu merupakan salah satu elemen yang menjadi petunjuk kalau pembangunan wilayah batin belum maksimal.

“Pembangunan fisik di Kota Tasik juga sering menghadirkan penilaian dan asumsi publik yang minor. Ada hal yang mengundang syak wasangka. Adakah proyek-proyek itu dilakukan sesuai anggaran? Sesuai dengan tujuan? Itu juga belum bisa memuaskan masyarakat,” bebernya.

Baca: Pemkot Tasik Anggarkan Rp 1,5 Miliar Bangun Air Mancur di Taman Kota

Sandi Nugraha, warga Kecamatan Mangkubumi, mengaku kurang setuju dengan rencana pembuatan air mancur yang dianggarkan Rp 1,5 miliar itu. “Lebih baik digunakan untuk fasilitas yang lebih terasa manfaatnya atau menuntaskan permasalahan yang selama ini ada di kota,” ujarnya.

Warga lainnya, Apit Aripin, mengatakan, Pemkot Tasikmalaya masih memiliki pekerjaan rumah yang sampai sekarang belum tuntas, seperti masih terjadinya genangan air saat turun hujan lebat. “Itu permasalahan serius, karena menyangkut kenyamanan dan keamanan warganya,” tandas warga Kecamatan Cihideung itu.

Menurutnya, kalau nanti air mancur itu jadi dibangun, pemerintah sendiri yang harus memikirkan biaya perawatannya. Padahal, keterbatasan anggaran sering menjadi alasan kurang terawatnya fasilitas umum yang ada di Kota Tasikmalaya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?