Inspirasi

Buloh Hasbulloh; dari Satpam Jadi Manajer

Kota Tasik | Tidak ada yang mustahil. Semuanya bisa terjadi dengan izin Allah SWT. Kesabaran dan kerja keras, serta percaya diri dalam melakukan setiap pekerjaan pasti akan berbuah manis. Buloh Hasbulloh, 46 tahun, adalah buktinya.

Empat belas tahun lalu, ia mendapat kabar dari saudaranya bahwa  ada lowongan jadi Satpam di Mangkubumi Indah. Ia tertarik. Dari 111 pelamar, hanya Buloh yang diterima. “Saya tidak langsung kerja, tapi ditranning dulu selama enam bulan, baru diangkat menjadi karyawan tetap. Walaupun saya satpam, tapi tidak hanya bekerja sebagai penjaga keamanan. Apa yang ada di sana saya kerjakan, ikut membantu,” tutur warga Parakannyasag, Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, itu.

Status sebagai satpam ia jalani dari tahun 2001 s.d. 2007. Kendati digaji Rp 300.000, itu dijalaninya dengan sungguh-sungguh. Tak heran, pada 2007 ia diangkat menjadi kepala bagian umum. Dan, sejak 2012 Buloh diangkat menjadi manajer kolam renang.

Menurutnya, dalam dunia pekerjaan, kerja keras dan sabar harus jadi kunci utama, plus kedisiplinan dan keikhlasan. “Dulu saya pernah jualan es campur dan lontong. Saya pun pernah tinggal di bekas kandang ayam, karena tidak punya uang untuk sewa rumah. Kalau ingat masa lalu itu saya suka bersedih,” aku suami Heti Kusmawati itu.

Kendati saat ini sudah menjadi manajer, ia tak lantas ongkang-ongkang. Karakternya tidak berubah. Kerja keras semakin dipacu. Tak suka main suruh. Lebih baik memberi contoh; menjadi teladan.

“Ketika ada pekerja yang memerlukan bantuan, kita bantuin. Jangan hanya menonton. Jangan juga merasa dibatasi waktu. Kalau kerjaan belum selesai terus sudah waktunya pulang, ya baiknya bereskan dulu walau sampai kemalaman,” sarannya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar