Peristiwa

Bupati Pinta Tidak Beri PR

Kabupaten Tasik | Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, mengeluarkan kebijakan yang tidak biasa. Ia meminta para guru untuk tidak memberikan soal pekerjaan rumah (PR) kepada para murid. Alasannya, selain biasanya dilakukan orang lain, waktu anak di rumah jadi tersita karena ada PR.

“Saya minta kepada para guru, usahakan jangan memberikan PR kepada murid. Anak juga punya kegiatan lain di rumah. Selesaikan saja semua tugas di sekolah,” ujarnya saat membuka Porseni, di GOR Dadaha, Senin, 24 November 2014.

Selain itu, bupati pun meminta agar para guru tidak mengadakan kegiatan sekolah di hari Minggu. Ia menegaskan, anak didik jangan diberi tugas pada hari Minggu, baik pramuka, olahraga, les atau apapun.

Menurutnya, Minggu adalah waktunya anak bersama keluarganya. “Senin sampai Sabtu, di sekolah. Hari Minggu bimbingan les atau latihan pramuka. Itu tidak baik. Waktu anak dengan keluarganya kapan?” tanya bupati.

Jika seperti itu, sambungnya, anak tidak akan memiliki hubungan emosional dengan  orangtua atau saurdara-saudaranya, sehingga terjadi hubungan yang tidak harmonis. “Minggu itu hari anak bersama keluarganya. Jika bapaknya petani, ajak anak ke sawah. Mudah-mudahan suatu saat nanti ia menjadi petani yang andal. Saat ini kita kehilangan 12 persen petani. Anak dari keluarga petani tidak mau jadi petani,” bebernya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar