Peristiwa

Bupati Tasik Ajak Semua Pihak Bergandengan Tangan Tanggulangi Bencana

initasik.com, peristiwa | Kabupaten Tasikmalaya dianugerahi berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai sektor pertanian, pertambangan, perikanan, kelautan, parawisata, kelautan dan lain-lain.

Namun, di balik itu, secara geografis, geologis, dan hidrologis, wilayah Kabupaten Tasikmalaya berada pada posisi yang sangat rawan bencana, seperti longsor, gempa bumi, banjir, gunung merapi, bahkan tsunami.

Karenanya, pada 2011, dalam indeks rawan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana menetapkan Kabupaten Tasikmalaya pada peringkat kedua sebagai daerah paling rawan bencana di Indonesia.

Sampai 12 Oktober 2017, tercatat telah terjadi 75 kali bencana di 75 titik yang tersebar di 40 desa di 16 kecamatan yang pada kerusakan 303 rumah penduduk dan fasilitas umum lainnya, serta meninggalnya dua orang.

“Kami mengimbau kepada semua pihak, yakni unsur pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha  untuk bahu-membahu, bergandengan tangan, dan bergotong royong dalam menanggulangi bencana yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya,” tutur Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, saat memimpin apel siaga bencana di lantai dasar setda, Senin, 16 Oktober 2017.

Ia menyebutkan, Oktober ini telah ditetapkan pemerintah sebagai bulan pengurangan risiko bencana. Untuk itu, bupati meminta semua pihak untuk meningkatkan upaya cegah siaga bencana agar bisa menyelamatkan masyarakat dan investasi hasil pembangunan. [Jay]