Birokrasi

Bupati Tasik Buka Keran Rotasi Mutasi Jabatan

initasik.com, birokrasi | Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, berkomitmen membangun pemerintahan yang bersih dan berkinerja baik. Untuk itu, ia mulai membuka keran rotasi mutasi pegawai sebagai salah satu upaya dalam mereformasi birokrasi.

Menurutnya, harus ada penyegaran jabatan untuk memicu optimalisasi kinerja para ASN. Diharapkan, adanya promosi, rotasi dan mutasi, para pejabat lebih maksimal bekerja dan menjalankan program pembangunan dengan baik.

Usai mengambil sumpah dan melantik pejabat administrator dan pejabat pengawas, di pendopo baru, Selasa, 7 Mei 2019, Ade mengaku percaya kepada para pejabat yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya bisa menjalankan tugas dengan baik.

Dijelaskan, pejabat lainnya di lingkungan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan menyusul untuk dipromosi, rotasi dan mutasi. “Bukan sekarang saja, tetapi penyegaran di lingkungan pemerintah Kabupaten Tasikmalaya wajib dan akan dilakukan lagi. Nanti kita akan secara bertahap,” papar Ade.

Terkait adanya kabar soal calo jabatan, Ade mengaku sudah mendengar dan mengantisipasinya. Ia menjamin tidak ada percaloan jabatan di Pemkab Tasikmalaya. “Khusus ASN di Kabupaten Tasikmalaya dan para karyawan P3K yang kita angkat, hati-hati pada bentuk percaloan. Kalau terbukti, yang menyogok dan yang disogok hukumannya sama. Saya akan proses di pengadilan sesuai dengan aturan hukum,” tandasnya.

Bupati pun akan menjatuhkan hukuman disiplin pelanggaran berat, mulai dibebastugaskan sampai pemecatan. “Saya tegaskan dan saya menjamin tidak ada praktik percaloan dalam penentuan rotasi, mutasi dan promosi di lingkungan Pemkab Tasikmalaya,” tegas bupati.

Kepala BKD Kabupaten Tasikmalaya, Moch Zen, mengakui, saat ini ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi menjadi oknum calo jabatan. Namun, ia menegaskan, di Pemkab Tasikmalaya bersih dari hal-hal seperti itu.

Menurutnya, sudah ada sistem yang mengharuskanpara pejabat melalui empat penilaian, yaitu kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan disiplin. Mereka tidak bisa naik atau masuk jadi pejabat secara sembarang, karena ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui. [jay/initasik.com]