Birokrasi

Bupati Tasik Wanti-wanti Tiga Kebocoran di PDAM Tirtasukapura

initasik.com, birokrasi | PDAM Tirtasukapura harus menjadi penyumbang PAD terbesar bagi Kabupaten Tasikmalaya. Itu bukan hal yang mustahil. Kondisinya berbeda dengan PDAM di daerah lain yang memerlukan alat tambahan untuk bisa mendapatkan air berkualitas, karena dari hulunya sudah bersih.

“Untuk mendorong dan menyalurkannya juga tidak pakai mesin. Piraku PDAM Tirtasukapura tidak menjadi penyumbang PAD terbanyak untuk Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, dalam peresmian Kantor PDAM Tirtasukapura Cabang Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa, 26 Juni 2018.

Untuk itu, ia berharap PDAM bisa bekerja lebih optimal, dan mewanti-wanti jangan sampai terjadi tiga kebocoran, seperti kebocoran saluran air. Berdasarkan laporan Badan Pengawas, kebocoran PDAM Tirtasukapura masih di atas ambang wajar. Di atas 20 persen.

“Saya meminta kepada seluruh karyawan dan karyawati yang menangani masalah saluran, tolong diperhatikan, jangan sampai bocor terlalu banyak melebihi batas ambang kewajaran,” tandasnya.

Kebocoran lain yang mesti diantisipasi adalah anggaran. Jangan sampai ada anggaran yang keluar tanpa legalitas yang jelas. Sedangkan kebocoran ketiga adalah karyawan yang sering mandek bekerja tanpa memberikan keterangan. “Tiga kebocoran itu tidak saya harapkan dari PDAM Tirtasukapura di masa yang akan datang,” imbuhnya. [Eri]