Ekbis

Burayot; Kudapan Khas Garut yang Disukai Warga Tasik

initasik.com, ekbis | Ragam kuliner di Tasikmalaya, kota atau kabupaten, semakin banyak. Bukan hanya makanan modern, tapi pula ada kudapan tradisional. Salah satunya burayot. Sebagian masyarakat masih asing dengan makanan khas Garut itu.

Penganan dengan rasa manis itu bisa ditemui di beberapa tempat, seperti Jl Raya Timur Singaparna, tepatnya perempatan Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya. Di sana ada Meriasari, penjual burayot yang mangkal pakai roda.

Menurutnya, Burayot ini rasanya tidak beda jauh dengan cuhcur. Namun, rasanya lebih legit dan manis. Itu lantaran bahan-bahan makanan ini terdiri dari tepung beras dan gula kawung asli.

Ia mengaku, respons masyarakat terhadap burayot terbilang bagus. Dalam sehari, ia habis dua baskom adonan. Harga jualnya Rp 2.000 untuk satu burayot. Untuk satu porsi kecil Rp 10.000, isi lima buah. “Kalau dirata-ratakan sehari paling Rp 300 sampai Rp 350 ribu,” jawabnya saat ditanya penghasilan sehari.

Meriasari menyebutkan, adonan-adonan burayot itu dikirim langsung dari Garut. Di sini, ia hanya tinggal menggorengnya. Ada satu proses yang unik dari penggorengan burayot. Adonan seukuran koin lima ratus itu ditekan-tekan hingga tipis, lalu digoreng dalam minyak yang panas.

Uniknya, menggorengnya bukan memakai serokan atau spatula, tapi pakai sumpit yang berukuran panjang. Setelah diangkat, burayot yang telah digoreng itu digantungkan sampai dingin.

“Biar ngaburayot. Supaya adonan di dalamnya berada di bagian bawah. Kalau pakai spatula nanti ngga akan ngaburayot. Nanti bentuknya kaya cuhcur,” terangnya seraya menambahkan,saat ini animo masyarakat terhadap burayot mulai bagus. Banyak yang penasaran. [Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?