Inspirasi

Cara Mereka Mengisi Malam Minggu

Kota Tasik | Sekelompok anak muda Kota Tasikmalaya ini punya cara tersendiri dalam mengisi malam Minggu. Mereka tidak memilih nongkrong di pinggir jalan, karaokean, hang out di cafe berkelas, atau jalan-jalan tanpa tujuan jelas.

Tidak. Anak-anak muda di bilangan Situ Dukun, Tamanjaya, Tamansari, Kota Tasikmalaya, itu tidak kepincut mengisi malam Minggu dengan sesuatu yang hampa makna. Mereka memilih untuk berdiskusi. Menggelar kajian. Nonton film bersama, lalu membedahnya. Seperti yang digelar malam Minggu kemarin, di halaman Yayasan Darul Qiyam.

“Hampir setiap malam kita melakukan diskusi. Tapi, kalau malam biasa sifatnya tidak teratur. Pematerinya bebas. Ada tukang cincau, tukang sandal, tukang batu ali. Ternyata, mereka lebih pintar dan lebih paham. Soalnya, mereka yang bergelut langsung di lapangan. Bukan hanya sebatas teori-teori saja,” tutur pelaksana acara yang juga Ketua Yayasan Darul Qiyam, Erik Supriadi.

Menurutnya, diskusi secara beraturan dan mengundang pemateri dari luar baru digelar beberapa minggu ke belakang. Adapun kegiatan sehari-hari di Yayasan Darul Qiyam adalah menggelar Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, Paket A, B, dan C. Belajar keterampilan, komputer dan lain-lain.

“Kalau diskusi secara tidak beraturan sudah lama. Kalau yang beraturan baru beberapa minggu. Pesertanya umum. Dari berbagai daerah. Siapa saja yang ingin berilmu, silakan datang. Dari berbagai kalangan. Malahan, untuk peserta diskusi, bukan hanya dari mahasiswa saja. Soalnya kan diskusi itu hak setiap bangsa,” tandasnya.

Rencana ke depan, sambung Erik, pihaknya akan berkeliling ke setiap daerah untuk membudayakan pendidikan jalanan. “Pendidikan jalanan itu ya guru tidak dibayar, murid tidak diabsen. Kami juga akan keliling ke setiap daerah yang tidak pernah ada diskusinya. Karena pendidikan formal tidak memberikan pendidikan seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, setiap menggelar diskusi selalu diselingi musik, pembacaan puisi, dan lainnya. “Intinya hiburan yang dapat memberikan pendidikan,” jelasnya seraya menyebutkan, minggu kemarin panitia mendatangkan pemateri dari berbagai kalangan, seperti Relawan Sejati; pecinta reftil yang pernah juara satu Internasional. Himpunan Relawan Siaga Bencana (Hiregana); komunitas terkompak versi on the spot, S-Quad Alihema, dan Forum Musisi Tasikmalaya.

“Rencana untuk bulan sekarang di daerah Cipatujah. Terkait biaya kegiatan, hasil patungan tanpa ada tuntutan,” imbuhnya. initasik.com|asm

 

Komentari

komentar