Cecep Supriadi
Peristiwa

Cecep Supriadi

Bersama warga setempat, Cecep menentang penambangan pasir besi. Tak heran, hingga kini Bayongbong masih perawan. Tidak ada satupun pengusaha yang nekat menggali daerah tersebut. Jika berani, nyawa bisa jadi taruhannya.

Selain Cipari, Dusun Ciheras pun masih terjaga kelestarian alamnya. Pohon-pohon kelapa yang menjadi salah satu sumber mata pencaharian, masih bisa disadap. Kondisi jalan pun masih bagus, tidak rusak digerus truk bertonase berat. Sementara daerah lain, seperti Cihanura, Ciandum, Sindangkerta (Cipatujah), bahkan sampai Cimanuk (Cikalong), sudah tak lagi lestari. Infrastruktur jalan pun hancur.

Menurutnya, kerusakan alam sudah tampak di depan mata. Bukan saja harim laut, tanah darat pun digerus tanpa ampun. Ia menegaskan, para pengusaha penambangan sering melabrak aturan. Harim laut tidak boleh ditambang, tapi mereka tanpa sungkan menggalinya. Tanah darat pun digali juga. Padahal, menurut penelitian orang Institut Teknologi Bandung, tanah yang sudah digali kemudian direklamasi akan subur kembali minimal 15 tahun. Itu pun kalau reklamasinya baik.

Untuk menyamakan suara dan menyatukan langkah, Cecep bersama rekan-rekannya sering menerangkan soal dampak dan aturan-aturan yang berlaku, dan membuka pikiran masyarakat tentang baik-buruknya penambangan.

“Setiap malam Kamis ada pengajian rutin, keliling ke tiap masjid. Selain membahas ilmu agama untuk bekal keseharian, juga diselipkan tentang lingkungan hidup misalnya. Pernah kami sampaikan, kalau kita mempertahankan lingkungan karena Alloh dan untuk kamaslahatan masyarakat, lantas meninggal dunia saat mempertahankan itu, Insya Alloh syahid,” tandas Cecep.

Alhasil, hingga sekarang kondisi Bayongbong jauh lebih baik dibanding daerah lain yang sudah digali. Lantaran sering paling depan menyelamatkan daerahnya, Cecep mengaku pernah ditawari uang Rp 100 juta untuk membujuk masyarakat agar merelakan Bayongbong digali. Tapi itu ditolaknya. “Bukan saya tidak butuh uang. Tapi bila caranya harus lewat merusak alam, sama sekali tidak mau,” tegasnya. initasik|ashani

Komentari

komentar