Peristiwa

Cerita di Balik Ridwan Kamil Jadi Bandung 1

Kota Tasik | Siapa tidak tahu Ridwan Kamil? Nama itu jadi perbincangan banyak kalangan saat mencalonkan diri jadi wali kota Bandung, 2013 lalu. Ide-idenya segar. Kreatif. Komunikatif. Visioner. Setelah terpilih jadi wali kota, namanya semakin melambung. Malah, ia masuk nomine calon wali kota terbaik dunia, dan terpilih sebagai salah satunya.

Namun, tidak banyak yang tahu bagaimana cerita Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menjadi orang nomor satu di Bandung. Sabtu, 24 Januari 2015, reporter initasik.com berkesempatan mewawancarai Wakil Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial. Pria yang akrab disapa Mang Oded itu pulang kampung ke Kota Tasikmalaya. Rumah orangtuanya di Lengkong Tengah 03/02, Lengkongsari, Kecamatan Tawang.

Menurutnya, di 2012, ketua DPD PKS Kota Bandung itu diminta maju dalam pilkada sebagai bakal calon wali kota. Ia lantas membangun komunikasi politik dengan para bakal kandidat. “Saya disuruh mencari pasangan. Waktu itu belum muncul nama Ridwan Kamil. Dia kan bukan orang partai politik,” ujar Oded.

Suatu saat, sambungnya, di injury time Emil datang ke rumahnya untuk silaturahmi. Mereka terlibat dalam pembicaraan intens. Berulang-ulang. Tidak hanya dalam satu pertemuan. Disepakati, Emil jadi Bandung 2. Ia siap jadi wakilnya Oded.

“Tapi, hasil istikharah, saya melihat Ridwan Kamil punya kemampuan dan potensi bagus untuk menjadi wali kota. Ketika ada orang asli Bandung yang punya potensi, kenapa tidak dia jadi nomor satu, dan saya nomor dua? Akhirnya itu disetujui DPP PKS. Kami mendapatkan SK sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Bandung,” paparnya.

Di perjalanan pulang setelah mengambil SK di Jakarta, Oded memberi masukan agar Emil mencari partai politik lain agar lebih kuat. Waktu itu, Oded menyarankan PPP dan Gerindra. Tapi, karena PPP sudah merapat ke bakal calon lain, akhirnya Gerindra-lah yang dipilih.

Dalam pertarungan pilkada, mereka mendapatkan nomor urut 4. Kendati tidak pernah diperhitungkan sebelumnya, lantaran nama mereka belum seterkenal calon lain, Emil dan Oded akhirnya memenangi kompetisi. Mereka dilantik pada 16 September 2013 untuk masa jabatan 2013 s.d. 2018.

“Kami ingin membangun Bandung dengan tiga pilar utama, yaitu kratif-inovatif, desentralisasi, dan kolaborasi. Orang Bandung terkenal dengan kreativitasnya. Kita maksimalkan potensi itu. Kemudian kita bangun desentralisasi agar pelayanan bisa optimal. Lalu kita ciptakan kolaborasi. Semua masyarakat harus terlibat semua dalam pembangunan,” jelas Oded.

Ditanya apakah ada niat mencalonkan jadi wali kota Tasikmalaya, Oded tersenyum. Ia menegaskan, saat maju dalam pilkada Kota Bandung ia hanya disuruh partai. “Saya tidak pernah meminta untuk dicalon-calonkan. Termasuk saat dulu jadi anggota DPRD Kota Bandung atau ketua DPD PKS. Itu pun diminta partai. Tapi, sebagai orang Tasik, keinginan untuk membangun daerah sendiri tentu ada,” tandasnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar