Kus | initasik.com
Olahraga

Cerita Miris di Balik Prestasi Atlet Kota Tasik dalam Kejuaraan Angkat Besi Tingkat Asia

initasik.com, olahraga | Perjalanan panjang nan melelahkan mesti ditempuh atlet-atlet angkat besi bersama para pengurus Persatuan Angkat Besi Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Kota Tasikmalaya.

Sejak akhir 2016 kemarin, mereka melakukan persiapan untuk mengikuti kejuaraan angkat besi tingkat Asia yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung, 1 Mei s.d. 5 Mei 2017. Februari 2017, para atlet ikut seleksi tingkat provinsi. Lolos. Mereka masuk tahap selanjutnya. Seleksi nasional. Lolos juga.

Ada tujuh atlet yang dinyatakan bisa mengikuti kejuaraan tersebut. Namun, karena keterbatasan anggaran, hanya tiga atlet diikutsertakan. Wakil Ketua PABBSI Kota Tasikmalaya, Baihaqi Umar, mengatakan, bukan perkara mudah untuk bisa menorehkan prestasi di tingkat Asia dengan lawan tanding atlet-atlet profesional dari 15 negara di Asia.

Perlu persiapan fisik, mental, asupan gizi yang bagus, serta dukungan anggaran. Ia mencontohkan, untuk test doping saja, satu orang atlet membutuhkan biaya Rp 1,5 juta. Belum lagi untuk kebutuhan lainnya.

“Sedangkan bantuan dari KONI Kota Tasikmalaya untuk program latihan, proses seleksi, sampai mengikuti kejuaraan hanya sebesar Rp 2 juta,” sebut Baihaqi.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, seluruh pengurus PABBSI Kota Tasikmalaya menggelar rapat. Disepakati, masing-masing memberi bantuan. Urunan. Pengorbanan dan kerja keras itu membuahkan hasil manis.

Baca: Atlet Asal Kota Tasikmalaya Kibarkan Merah Putih di Kejuaran Angkat Besi Tingkat Asia

Para atlet yang bertanding pulang dengan membawa prestasi yang membanggakan. Imas Kartika, kelas 57 kg, meraih empat medali emas ditambah predikat sebagai best lifter se-Asia. Intan Kemalasari, kelas 63 kg, dapat dua emas dan dua perak. Sedangkan Utari Anggraeni, kelas 84 kg, peroleh empat emas.

“Sampai saat ini, belum ada apresiasi apapun dari Pemkot Tasikmalaya. Saya berharap agar pemerintah atau siapapun yang peduli dengan Kota Tasikmalaya bisa memberikan dukungan dengan cara apapun agar anak-anak ini bisa terus bersemangat meraih prestasi,” harap Baihaqi. [Kus]

Komentari

komentar