Edukasi

Cobalah Berkunjung ke SMPN 11 Kota Tasikmalaya, Ada Banyak yang Berbeda

initasik.com, edukasi | Bisakah belajar tenang dan nyaman bila lingkungannya kumuh? Alih-alih berkonsentrasi, yang terjadi malah sebaliknya. Itulah yang dikhawatirkan Cecep Susilawan, kepala SMPN 11 Kota Tasikmalaya.

Sejak dipercaya menakhodai sekolah yang berada di Jl. Cilendek 11 A, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, itu Cecep membuat banyak terobosan. Sebelumnya, sekolah tersebut kotor. Kumuh. Sampah berserakan di mana-mana. Pintu kelas banyak yang rusak. Coretan dinding meruyak. Gersang pula.

“Saya berpikir, lingkungan sekolah itu adalah taman. Jika tamannya sudah tertata dan indah, maka suasana belajar yang kondusif akan terbangun dengan sendirinya. Anak-anak nyaman belajar. Guru-gurupun senang mengajar,” tutur Cecep.

Alasan itulah yang mendorongnya mengubah wajah sekolah. Kini, kondisinya sudah jauh berbeda dibanding dua tahun lalu. Saat memasuki halaman SMPN 11 Kota Tasikmalaya, Anda pasti akan berdecak kagum.

Lingkungan sekolah terlihat berbeda dengan sekolah lainnya. Ribuan tanaman hidup di banyak tempat. Ada 1.111 pohon berbagai jenis, termasuk apotik hidup dan sayur-mayur. Menyejukkan.

Di depan kelas lantai bawah, ada kolam ikan mas. Ikan mas warna-warni. Sesekali terdengar suara burung dan ayam. Sebelah kiri pintu masuk, dinding pembatas dipakai siswa untuk menyalurkan bakat seninya. Seni grafiti.

Itu baru bagian luar. Mari masuk ke dalam. Di ruang guru, meja-mejanya tertata rapi. Alas mejanya seragam. Warna hijau. Sama dengan warna dindingnya. Ruang konseling pun begitu. Nyaman untuk konsultasi.

Bagaimana dengan ruang kelas? Sama. Bersih. Siswa tidak diperbolehkan pakai sepatu ke dalam. Peraturan serupa berlaku di ruang guru. Sekolah menyediakan rak sepatu. Di waktu istirahat, selain bisa jajan, para siswa pun dimanjakan dengan buku. Di depan kantin ada taman baca.

Lantaran nyaman, meski jam sekolah sampai pukul satu siang, tak sedikit siswa yang berada di sekolah sampai sore. “Kami memang ingin menghadirkan sekolah yang nyaman dan tenang buat anak-anak,” tandas Cecep.

Ia mengaku, usaha-usahanya itu merupakan bagian dari menjalankan perintah Tuhan. Mencintai lingkungan. Menjaga kebersihan. “Ini hanya bagian kecil untuk taat pada perintah Allah SWT dan RasulNYA. Mudah-mudahan bernilai ibadah,” imbuhnya.

Upaya Cecep dan warga sekolah lainnya membuahkan hasil. Belum lama ini, SMPN 11 Kota Tasikmalaya mendapat penghargaan dari Provinsi Jawa Barat sebagai sekolah sehat dan adiwiyata dari Pemkot Tasikmalaya. [Syaepul]

Komentari

komentar