Potret kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya | Dok. initasik.com
Informasi

Daerah Lain Sudah Bicara Indeks Kebahagiaan, Kabupaten Tasik Masih Berkutat di Jamban

initasik.com, informasi | Kabupaten Tasikmalaya memiliki 351 desa yang tersebar di 39 kecamatan. Jumlah penduduknya sekitar 1,9 juta jiwa. Kendati sudah berumur ratusan tahun, Kabupaten Tasikmalaya belum merdeka dalam urusan jamban.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, mengaku miris melihat data kemiskinan dan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya saat ini. “Untuk soal kesehatan, baru 16 desa dari 351 desa yang punya tempat buang air besar. Di saat daerah lain sudah berbicara indeks kebahagiaan, Kabupaten Tasikmalaya masih disibukkan dengan urusan kakus,” tuturnya dalam satu kesempatan.

Persoalan lainnya, sambung Ade, angka harapan hidup baru mencapai 69 dari target Jawa Barat sebesar 74. Angka Kematian Ibu berada pada posisi ke-7 dan Angka Kematian Bayi (AKB) ke-4 di Jawa Barat.

Belum lagi permasalahan balita dengan ukuran tubuh pendek alias stunting diakibatkan gizi buruk, sehingga berdampak pada ketidaksempurnaan pertumbuhan otak dan munculnya rentan penyakit defeneratif.

“Di Kabupaten Tasikmalaya ada 10 desa di 6 kecamatan yang kondisinya masih sangat menyedihkan. Kabupaten Tasikmalaya ini termasuk 100 kota/kabupaten di Indonesia yang diprioritaskan program penanganan bayi stunting,” paparnya.

Dalam catatan lain disebutkan, penderita cacing vilariasis  di Kabupaten Tasikmalaya ada 66 orang dan orang dengan HIV/Aids  sebanyak 294 orang. “Kalau angka tersebut dikalikan dengan standar WHO, dimana setiap satu orang dari mereka yang terdata, ada 100 orang lain tetangganya yang sudah tertular tapi masih inkubasi. Maka jumlahnya  puluhan hingga ratusan  ribu. Termasuk soal penderita TBC yang terus bertambah hingga 1.200 orang per tahun,” bebernya.

Namun, sesal Ade, anggaran untuk masing-masing penyakit itu minim sekali. Sementara proyek alat kesehatan di Dinas Kesehatan sangat besar, termasuk proyek pengadaan alat peraga sekolah di Dinas Pendidikan atau hotmix di Dinas PUPR. “Itulah tantangan berat Pemerintah yang harus diselesaikan,” tandasnya. [Ang]